Heboh Sinkhole di Sawah Limapuluh Kota, Lubang Raksasa Terus Bergerak

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, digemparkan dengan kemunculan lubang raksasa di tengah area persawahan.

Fenomena alam yang dikenal sebagai sinkhole itu muncul secara tiba-tiba dan langsung menyedot perhatian masyarakat.

- Advertisement -

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (4/1) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, Adrolmios alias Si Ad (61) tengah menggarap sawahnya di kawasan pertanian Pombatan. Lahan yang sebelumnya retak-retak akibat kemarau mendadak amblas dan membentuk lubang besar.

Hingga Kamis (8/1), volume air di dalam lubang tersebut dilaporkan terus bertambah hingga mencapai batas permukaan tanah, bahkan mulai meluap dan merendam area persawahan di sekitarnya.

- Advertisement -

Potensi Bahaya Tersembunyi dari Pergerakan Tanah

Menurut Adrolmios, kejadian itu pertama kali diketahui oleh Mak Etek Uwid, warga yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi. Ia mendengar suara gemuruh keras sebelum lubang tersebut muncul.

“Mak Etek menceritakan, dia mendengar suara seperti ledakan,” ujar Adrolmios saat ditemui di lokasi.

Tak lama setelah suara tersebut terdengar, lubang besar muncul dan terus melebar. Di dalamnya terdapat genangan air dengan kedalaman diperkirakan mencapai sekitar 20 meter. Peristiwa itu dengan cepat mengundang perhatian ratusan warga yang datang untuk melihat langsung.

Aparat kepolisian kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk mencegah warga mendekat. Hingga Selasa (6/1), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota menyatakan pergerakan tanah di area sinkhole masih terus berlangsung.

Ahli Geologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi, Ade Edward, menjelaskan bahwa wilayah Situjuah Batua memang berada di kawasan batu kapur.

“Daerah ini berada di atas batuan kapur atau gamping yang tertutup material erupsi Gunung Sago. Batuan seperti ini mudah larut jika terkena air hujan,” jelas Ade.

Ia menambahkan, proses pelarutan tersebut membentuk rongga di bawah tanah yang lama-kelamaan runtuh.

“Ini bukan fenomena baru di Situjuah. Masyarakat setempat menyebutnya dengan istilah Sawah Luluih,” katanya.

Ade menilai, sinkhole bisa terbentuk secara perlahan namun runtuh secara tiba-tiba ketika lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menopang beban. Selain faktor alam, perubahan sistem air tanah dan aktivitas manusia juga dapat mempercepat terjadinya runtuhan tanah di kawasan karst seperti Limapuluh Kota.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru