Sabtu, 21 Feb 2026
BREAKING
Sabtu, 21 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Kemenag Fokus Logistik dan Pemulihan Rumah Ibadah Pascabencana di Sumatera

37 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan komitmen Kementerian Agama (Kemenag) untuk memberikan perhatian penuh terhadap pemenuhan kebutuhan logistik serta pemulihan rumah ibadah dan layanan pendidikan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Besok kita akan turun untuk menangani hal-hal yang sangat darurat: makanan, minuman, tempat tinggal sementara. Dan madrasah, masjid, serta rumah ibadah lain juga bagian dari tanggung jawab Kementerian Agama,” ujar Menag, dikutip Holopis.com, Sabtu (13/12/2025).

- Advertisement -

Pernyataan tersebut disampaikan Menag saat menghadiri kegiatan Donasi Peduli Sumatra bersama Wali yang digelar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jumat (12/12/2025).

Dalam kesempatan itu, ia memastikan bahwa pendataan kerusakan telah dilakukan secara menyeluruh, mencakup jumlah madrasah, masjid, rumah ibadah lintas agama, keluarga terdampak, mahasiswa asal Sumatera yang berada di Pulau Jawa, anak yatim, hingga korban meninggal dunia.

- Advertisement -

“Yang penting kita sudah mendata berapa madrasah, berapa rumah ibadah, berapa masjid, berapa yang meninggal, dan berapa anak yatim. Ini akan menjadi dasar prioritas. Mahasiswa yang terdampak penuh juga diprioritaskan,” kata dia.

Acara yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas Islam) tersebut juga dirangkaikan dengan Kick Off Program Pemberdayaan Rumah Ibadah, Deklarasi Damai Tokoh Lintas Agama, serta lelang amal dua helm bertanda tangan personel band Wali.

Dua helm tersebut masing-masing terjual senilai Rp15 juta dan Rp55 juta, yang seluruh hasilnya didonasikan untuk penyintas bencana di wilayah Sumatera.

Selain itu, Kemenag mencontohkan sejumlah langkah lintas daerah yang telah dilakukan untuk membantu mahasiswa terdampak bencana, mulai dari penyediaan makan gratis, bantuan tempat tinggal sementara, hingga dukungan logistik bagi keluarga yang terpaksa mengungsi ke Pulau Jawa.

Menag menekankan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat semata, tetapi harus mempertimbangkan dampak jangka panjang, khususnya terhadap generasi muda.

“Kita bukan hanya memikirkan sekarang. Pemulihan generasi mereka bisa memerlukan 30 tahun. Karena itu, Menteri Agama harus secara rasional memberi perhatian khusus. Jika tidak, anak-anak di sana bisa kehilangan masa depan,” ujarnya.

Terkait kerusakan fisik bangunan akibat bencana, Menag menegaskan bahwa pemulihan rumah ibadah merupakan mandat Kemenag yang harus dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan.

“Kementerian Agama berkewajiban menyelesaikan persoalan bangunan fisik yang rusak. Itu tugas kita,” kata Menag.

Sebagai informasi, Kick Off Program Pemberdayaan Rumah Ibadah yang dilaksanakan dalam rangkaian acara tersebut menjadi langkah awal Kemenag dalam memulihkan sekaligus mengoptimalkan fungsi rumah ibadah sebagai pusat spiritual, sosial, dan psikologis bagi masyarakat yang terdampak bencana.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
37 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru