HOLOPIS.COM, JAKARTA – Israel mulai Rabu (10/12) akan membuka kembali pos pemeriksaan utama untuk arus barang antara Tepi Barat yang diduduki dan Yordania, demikian dikatakan seorang pejabat keamanan Israel pada Selasa (9/12).
Seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan bahwa barang dan bantuan dari Yordania akan diizinkan masuk ke Tepi Barat dan Gaza sesuai dengan instruksi dan kesepakatan pemerintah.
“Semua truk bantuan yang ditujukan ke Gaza akan dipindahkan di bawah pengawalan dan perlindungan keamanan setelah pemeriksaan keamanan yang ketat,” imbuh pejabat tersebut, dikutip Holopis.com, Rabu (10/12).
Perlintasan tersebut, yang dikenal di Israel sebagai Jembatan Allenby dan di Yordania sebagai Jembatan Raja Hussein, dikelola bersama oleh Otoritas Bandara Israel (Israel Airports Authority/IAA) dan Direktorat Keamanan Publik Yordania.
Perlintasan ini merupakan satu-satunya titik keluar dan masuk yang ditetapkan bagi warga Palestina di Tepi Barat yang bepergian ke luar negeri melalui jalur darat. Perlintasan ini juga menjadi rute perdagangan penting bagi truk yang mengangkut barang antara Yordania dan Tepi Barat.
Pada 18 September 2025, seorang pria bersenjata yang mengemudikan truk bantuan kemanusiaan dari Yordania menembaki pos perlintasan dan menewaskan dua warga Israel, sebelum akhirnya dia ditembak mati.
Keesokan harinya, otoritas Israel menutup pos perlintasan tersebut. Pos perlintasan itu kemudian sempat dibuka kembali untuk waktu singkat, hingga otoritas Israel kemudian mengumumkan bahwa pos perlintasan tersebut akan ditutup sampai waktu yang belum ditentukan.
Kemudian, pada 25 September 2025, IAA mengumumkan bahwa pihaknya akan membuka kembali sebagian perlintasan tersebut untuk lalu lintas penumpang saja, dan bahwa truk yang mengangkut bantuan ke Gaza tidak akan diizinkan melintas sesuai arahan tersebut.

