HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pasukan TNI dari Kodim 0111/Bireuen terus membantu warga yang terdampak bencana di wilayah Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Aceh. Bencana banjir bandang itu merusak fasilitas publik seperti sarana.
Banjir bandang itu menyebabkan terputusnya jembatan penghubung antar desa di Desa Ceubrek. Akses warga pun lumpuh total.
Kondisi itu membuat aktivitas masyarakat mulai dari bekerja, bersekolah, hingga pemenuhan kebutuhan pokok, menjadi terhambat.
Dari keterangan Pusat Penerangan (Puspen) Mabes TNI, banyak material banjir berupa kayu, lumpur, dan bebatuan menutupi alur sungai. Kondisi itu memicu penyeberangan menjadi berbahaya.
“Pasukan TNI dari Kodim 0111/Bireuen pun memprioritaskan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan untuk menyeberang dengan aman,” kata Komandan Kodim 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi, dalam keterangannya, dikutip pada Selasa, (2/12/2025).

Letkol Luthfi menambahkan aksi heroik juga dilakukan Babinsa Koramil 08/Gandapura di Desa Awe Geutah, Kecamatan Peusangan Selatan. Jalur sungai yang selama ini jadi satu-satunya akses warga terputus akibat tumpukan material banjir.
“Kondisi ini membuat masyarakat, termasuk anak-anak dan orang tua, kesulitan melintas,” jelas Letkol Luthfi.
Kata dia, para Babinsa itu turun langsung ke sungai membantu warga menyeberang satu per satu. Cara itu dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat di tengah arus yang tidak stabil.
Dia bilang pihaknya akan berupaya terus menunjukkan pengabdiaannya dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Apa yang dilakukan para Babinsa dan anggota Pos Ramil adalah wujud nyata pengabdian TNI AD dalam melindungi dan membantu masyarakat,” ujar Letkol Luthfi.
Lebih lanjut, dia memastikan prajurit Kodim 0111/Bireuen akan terus berada di garis terdepan dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Hal itu baik melalui dukungan fisik maupun bantuan moral agar warga bisa segera bangkit dari kondisi darurat.

