HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Asep Edi Suheri menyampaikan rasa duka dan empati mendalam terhadap seluruh korban, guru, serta keluarga besar SMAN 72 Jakarta Utara, pasca insiden ledakan yang mengguncang sekolah tersebut pada Jumat (7/11/2025) lalu.
“Semua turut merasakan kesedihan yang dialami para korban, para guru, serta keluarga besar SMA Negeri 72 Jakarta Utara,” kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Asep Edi Suheri dalam Konferensi Pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Asep menyebut, tragedi yang menimpa SMAN 72 Jakut pada Jumat (7/11/2025) lalu ini memiliki dampak yang besar, sehingga perlu penanganan yang melibatkan empati atau rasa kemanusiaan.
“Dan yang paling utama, dari kejadian ini kita semua bisa mengalami bahwa kita dampak dari kejadian yang tersebut sangat besar sekali. Untuk itu, kami bersama seluruh stakeholder terkait merasa perlu untuk hadir dengan empati serta melakukan pendampingan dan mengupayakan langkah-langkah pencegahan termasuk konseling agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali,” ujar Asep.
Lebih jauh, Asep kemudian menegaskan pentingnya kebersamaan dan kepedulian sosial dalam menghadapi musibah ini. Asep juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan perhatian terhadap lingkungan sekitar, terutama anak-anak.
“Kami ingin mengajak seluruh pihak untuk saling menjaga dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan kita, keluarga kita, saudara-saudara kita, anak-anak kita. Karena kami percaya dengan kepedulian bersama kita semua dapat melindungi bangsa kita dari pengaruh negatif dan memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan tertib,” tegasnya.
Sebagai informasi sebelumnya pada Jumat (7/11/2025) lalu terjadi ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara saat sedang dilakukannya khotbah shalat Jumat. Dalam tragedi ini, total 96 orang menjadi korban.

