HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 melanda wilayah lepas pantai timur Jepang. Otoritas Jepang sempat mengeluarkan peringatan tsunami.
Terkait itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa Jepang tak berdampak tsunami di wilayah Indonesia. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan dari hasil analisis pihaknya, gempa Jepang tidak berpotensi tsunami.
Dia pun minta masyarakat di Tanah Air tetap tenang. Daryono mengatakan sejauh ini belum ada laporan kerusakan bangunan pasca gempa di Jepang.
“Belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut. BMKG akan terus memonitor perkembangan dampak gempa bumi ini dan segera menginformasikan kepada stakeholder, media dan masyarakat,” kata Daryono, dalam keterangannya, Minggu, (9/11/2025).
Menurut BMKG, dari hasil monitor sementara, sudah ada tiga gempa bumi susulan dengan magnitudo 5,5 hingga 5,9 pada pukul 15.50 WIB.
Sebelumnya, mengutip laporan Kyodo, pihak Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami setelah gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah pantai timur laut. Imbas guncangan gempa memicu pemadaman listrik dan penghentian sementara layanan shinkansen.
Dari laporan Badan Meteorologi Jepang, ada tsunami 1 meter akibat gempa yang terjadi pada pukul 17.03 waktu setempat di pantai Sanriku. Tsunami dengan ketinggian di bawah 1 meter juga terjadi di wilayah perairan Jepang lainnya.
Namun, tak lama kemudian, layanan Shinkansen yang sempat dihentikan kembali beroperasi.

