Sabtu, 21 Feb 2026
BREAKING
Sabtu, 21 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Dengan Gaya Selengekan, Purbaya Ingin Indonesia Kaya Bersama

4 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa langkah ekonomi fiskal yang ia lakukan dalam penggelontoran dana segar Rp200 Triliun ke Bank Himbara sudah ia perhitungkan secara matang.

Hal ini disampaikan Purbaya dalam acara Investor Daily Summit 2025 di JICC Senayan, Jakarta Pusat pada hari Kamis, 9 Oktober 2025.

- Advertisement -

Purbaya menyatakan bahwa uang negara yang sempat mengendap di Bank Central / Bank Indonesia itu hanya ia geser ke sistem perbankan untuk digunakan menghidupkan roda ekonomi rakyat. Artinya, uang tersebut sebenarnya tidak hilang, akan tetapi akan tetap ada dan berputar di dalam negeri.

“Kredit sudah akan tumbuh, ke depan akan tumbuh lagi, uang saya masih sama, nggak berubah, masih Rp440 sekarang, karena itu nggak dipakai, cuman saya pindahin,” kata Purbaya seperti dikutip Holopis.com.

- Advertisement -

Dalam kalkulasi ekonomi yang ia lakukan, pemerintah akan berada di kondisi aman dalam konteks ekonomi fiskal setidaknya untuk setiap tahunnya. Sebab data yang ia dapat, pemerintah selalu memiliki SAL (saldo anggaran lebih) sekira Rp500 triliun.

“Selama sekian tahun terakhir, pemerintah selalu punya cash di BI di akhir tahun itu hampir Rp500 Triliun, jadi kira-kira saya akan aman,” ujarnya.

Purbaya menampik bahwa pola tata kelola ekonomi dilakukan secara serampangan. Ia memastikan jika semua sudah ia hitung secara matang dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kayaknya sembrono, tapi sudah saya hitung, saya ahli statistik, ekonom beneran, bukan ekonom palsu, jadi kita masih aman,” sambung Purbaya.

Bahkan jika duit yang digelontorkan sebesar Rp200 Triliun itu kurang untuk menggenjot perputaran ekonomi masyarakat, maka ia tak akan ragu untuk menggelontorkan lagi dui negara yang tersimpan di Bank Indonesia tersebut.

Sebab fokus utama langkah kebijakan ekonomi yang ia lakukan adalah bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ketika ekonomi bertumbuh, maka potensi pembayaran pajak dari masyarakat pun akan meningkat, sehingga pendapatan negara dari sektor pajak bisa lebih tinggi dari biasanya.

Hal ini ia lihat dari statistik pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 setidaknya sejak dirinya dipercaya Presiden Prabowo Subianto menjadi Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih. Grafik menunjukkan pertumbuhan ekonomi ada di 13,3%.

“Bahkan kalau kepaksa kalau tumbuhnya masih kurang, saya akan pindahin semuanya ke perekonomian. Kan kalau ekonominya tumbuh kencang pajak juga naik, uang saya makin banyak lagi,” tegas Purbaya.

Tak Ada Perubahan Kebijakan Fiskal

Lebih lanjut, langkah awal upaya perbaikan pertumbuhan ekonomi ini pun ditegaskan Purbaya tak membuat perubahan pada kebijakan fiskal negara. Sebab tidak ada duit tambahan yang ia serap dari bawah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, melainkan dana negara yang menjadi SAL di Bank Indonesia.

“Nggak ada perubahan kebijakan fiskal, nggak ada ini itu. Tapi uang yang di Bank (Himbara -red) ini nyebar ke perekonomian, dalam bentuk kredit dan lain-lain,” ucapnya.

Oleh sebab itu, semua kebijakan ini ia pertaruhkan untuk menjawab tantangan yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto, yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional secara cepat dan efektif.

Namun yang ia upayakan adalah bagaimana agar negara juga mendapatkan duit banyak dari serapan pajak, sementara rakyat ekonominya bertumbuh. Sehingga konsep kaya bersama-sama ini menjadi tagline yang sedang dikerjakan oleh Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

“Ayo kita kaya bersama-sama,” tegas Purbaya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
4 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru