JAKARTA – Sebuah video yang memperlihatkan beberapa orang diduga berasal dari India berjalan di jalan persawahan Jepang mendadak viral di media sosial.
Rekaman itu menampilkan suasana pedesaan yang biasanya identik dengan ketenangan, kini tampak ramai oleh kehadiran kelompok tersebut.
“Jepang yang terkenal sunyi dan tenang, kini tinggal kenangan,” tulis keterangan dalam unggahan video tersebut seperti dikutip oleh Holopis.com, Kamis (25/9)
Hal ini pun langsung memicu reaksi beragam dari warganet. Ada yang menyebut fenomena tersebut sebagai “Prinjapan,” sementara sebagian lain meragukan konteksnya.
“Video lama itu bang,” tulis seorang netizen.
Ada juga yang berkomentar dengan nada bercanda, “Dikit lagi sound horeg ada di Jepang.”
Jepang dan India Perkuat Pertukaran Warga
Viralnya video ini muncul di tengah wacana kerja sama besar antara Jepang dan India dalam memperkuat pertukaran masyarakat. Kedua negara disebut tengah menyusun program ambisius dengan target lebih dari 500.000 orang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Rencana tersebut akan menjadi agenda utama dalam pertemuan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba dengan PM India Narendra Modi pada Jumat (12/9).
Dari jumlah itu, sekitar 50.000 orang diperkirakan merupakan tenaga kerja terampil asal India yang memiliki keahlian khusus.
Mereka diharapkan dapat mengisi kebutuhan tenaga kerja di Jepang, terutama di sektor teknologi yang saat ini mengalami kekurangan serius.
India, dengan populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, dikenal memiliki banyak profesional di bidang teknologi informasi.
Pemerintah Jepang berencana memperkuat pendidikan bahasa Jepang di India, membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa serta peneliti dari kedua negara, hingga membangun platform riset bersama antaruniversitas.
Menurut data Organisasi Layanan Mahasiswa Jepang, pada tahun ajaran 2024 terdapat 1.685 mahasiswa asal India yang menempuh pendidikan di Jepang.
Angka ini diperkirakan akan meningkat seiring kebijakan pemerintah yang gencar membuka pintu bagi tenaga kerja dan pelajar asing.


