JAKARTA – Pasar modal Indonesia menorehkan sejarah baru. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk pertama kalinya menembus level psikologis 8.000 pada perdagangan intraday Jumat (15/8),
Capaian ini menjadi kado spesial di Hari Ulang Tahun (HUT ke-80 Kemerdekaan RI, meskipun indeks saham acuan bursa saham nasional itu akhirnya ditutup di level 7.898,375.
“Pencapaian ini mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia di tengah dinamika perekonomian global dan domestik,” kata Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, dikutip Holopis.com, Sabtu (16/8).
“Hal ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata investor pasar modal bagi perekonomian nasional di momen HUT ke-80 Republik Indonesia,” sambung Kautsar.
Berdasarkan data BEI, IHSG sempat menyentuh intraday tertinggi di level 8.017,068, melewati rekor penutupan sebelumnya pada Kamis (14/8) di posisi 7.931,251.
Pidato Presiden Jadi Sentimen Positif
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai pidato Presiden Prabowo yang memaparkan kinerja lembaga negara, asumsi makro, serta program prioritas menjadi katalis kuat bagi pergerakan IHSG.
“Pidato Presiden Prabowo dinantikan para pelaku pasar, karena meliputi asumsi makro dan berbagai program prioritas Presiden,” kata Nafan.
Menurutnya, program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, sekolah rakyat, hingga pembangunan infrastruktur memberi optimisme baru terhadap prospek ekonomi nasional.
Hal senada disampaikan Technical Analyst RHB Sekuritas Indonesia, Ilham Fitriadi Budiarto. Ia menyebut pergerakan IHSG yang menembus 8.000 sesuai dengan proyeksi teknikal, sekaligus terbantu momentum perayaan HUT ke-80 RI.
“Berdasarkan fibonacci external, target IHSG berada di area 8.000–8.058, dengan support di area 7.800,” jelas Ilham.
Rekor Transaksi dan Kapitalisasi Pasar
Meski IHSG tak mampu bertahan di atas 8.000 hingga penutupan, kinerja indeks sepanjang pekan ini terbilang gemilang. IHSG tercatat melonjak 4,84 persen, dari 7.533,385 pada pekan lalu menjadi 7.898,375.
Kinerja positif juga tercermin dari indikator pasar lainnya. Rata-rata nilai transaksi harian naik 24,86 persen menjadi Rp21,32 triliun, rata-rata volume transaksi harian meningkat 19,55 persen menjadi 35,88 miliar lembar.
Sementara itu, frekuensi transaksi harian tumbuh 5,87 persen menjadi 2,08 juta kali, dan kapitalisasi pasar ikut terkerek naik 5,11 persen, menembus Rp14.247 triliun pada akhir pekan ini.

