JAKARTA – Pameran internasional bergengsi di bidang penanggulangan bencana, Emergency Disaster Reduction & Rescue Expo (EDRR) Indonesia 2025, resmi dibuka pada 13 Agustus 2025 di Hall A, Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran.
Ajang ini diselenggarakan oleh PT Amara Tujuh Perjuangan, Council for the Promotion of Shanghai International Trade, Shanghai International Exhibition (Group) Co., Ltd., dan Comexposium, serta didukung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) sebagai Co-Host.
EDRR Indonesia 2025 akan menjadi pertemuan strategis bagi seluruh pemangku kepentingan dalam sistem kebencanaan di Indonesia. Sobat Holopis bisa melihat langsung lebih dari 200 merek teknologi kebencanaan terkini dari pelaku industri terkemuka dunia.
Selain pameran, tersedia 13 forum dan workshop yang membahas topik penting seperti mitigasi bencana, evakuasi, manajemen risiko, kebijakan pemerintah, hingga inovasi teknologi terbaru dalam penanganan bencana.
Forum ini akan menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri, menjadi wadah diskusi lintas sektor bagi praktisi, akademisi, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan dunia usaha.
Vista Limbong, Project Director EDRR Indonesia 2025, menjelaskan bahwa JIEXPO Kemayoran dipilih karena lokasi strategis dan akses mudah. “Posisinya terhubung dengan berbagai moda transportasi dan dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta, memudahkan peserta maupun pengunjung dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Panduan Menuju Lokasi Pameran
- KRL: Turun di Stasiun Kemayoran, lanjut ojek online/taksi ke Gedung Pusat Niaga.
- TransJakarta: Koridor 14 atau 1W, turun di Halte JIExpo Pintu 2.
- MRT/LRT: MRT transit di Dukuh Atas, LRT turun di Velodrome lalu lanjut transportasi daring.
- Dari Bandara Soetta: Bisa pilih taksi, kereta bandara, atau bus DAMRI ke Kemayoran/Gambir lalu lanjut transportasi ke JIEXPO.
- Kendaraan Pribadi: Akses Tol Dalam Kota, keluar Kemayoran, masuk Gate 9.
EDRR Indonesia 2025 hanya berlangsung selama tiga hari, hingga tanggal 15 Agustus 2025. Sobat Holopis, jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk memperkuat wawasan kebencanaan sekaligus melihat teknologi penyelamatan dan mitigasi bencana paling mutakhir.

