JAKARTA – Sebulan setelah serangan yang memicu perang selama 12 hari antara kedua negara itu, para ahli dan politisi Iran tetap berpendapat bahwa meskipun kecil kemungkinan Israel akan melancarkan serangan lain terhadap Iran dalam waktu dekat, Teheran harus meningkatkan kesiapsiagaannya untuk menghadapi segala skenario yang mungkin terjadi.
Perlu diketahui tepat sebulan yang lalu, pada 13 Juni dini hari waktu setempat, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran secara mendadak ke sejumlah wilayah di Iran, termasuk situs nuklir dan militer, yang menewaskan beberapa komandan senior, ilmuwan nuklir, serta warga sipil.
“Ada kemungkinan Israel, akan memutuskan untuk kembali (menyerang),” demikian disampaikan Penasihat Senior Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, dikutip Holopis.com, Senin (14/7/2025).
Sebagai tambahan informasi, upacara pemakaman kenegaraan untuk para komandan militer dan ilmuwan nuklir yang tewas dalam konflik 12-hari dengan Israel digelar di Teheran, Iran, pada 28 Juni 2025.
Dalam wawancara lain dengan ILNA, pakar hubungan internasional Ali-Asghar Zargar mengatakan bahwa meskipun gencatan senjata antara Iran dan Israel saat ini mungkin dapat dipertahankan, Iran harus mengambil tindakan-tindakan cepat untuk memperkuat pertahanan udara dan kekuatan militernya.
Para petinggi militer Iran telah memperingatkan bahwa jika Israel berusaha melanggar gencatan senjata, Iran pun akan memberikan respon dengan cara menghancurkan.


