JAKARTA – Youtuber sekaligus influencer otomotif, Ridwan Hanif Rahmadi menyampaikan pengalaman buruknya saat berada di Kamboja. Pasalnya, ia menjadi salah satu korban pemerasan oknum polisi korup di negara tersebut saat melakoni Tour d’Asean.
“Btw di Kamboja banyak banget razia dan polisi disana sangat korup, minta duit nggak malu malu atau pake kode,” kata Ridwan Hanif dalam cuitannya di akun X pribadinya @ridwanhr seperti dikutip Holopis.com, Minggu (22/6/2025).
Tak tanggung-tanggung, mereka bisa minta secara langsung denda tilang hingga Rp4,9 juta. Namun jika pun ada negoisasi, paling murah mencapai Rp820 ribuan.
“Dan sekali kena mintanya 100 sampai 300 USD. Kita nego jadi 50 USD,” sambungnya.
Salah satu alasan yang digunakan oleh oknum Polisi korup Kamboja adalah, Surat Izin Mengemudi (SIM) yang dimiliki oleh Ridan Hanif tidak mencantumkan identitas negara Kamboja. Padahal jelas itu adalah SIM internasional.
“Alasan ditilang? Karena sim international kita nggak ada tulisan Cambodia (padahal emang nggak ada),” terang Ridwan Hanif.
Pengalaman buruk juga tidak hanya dialaminya saat berkendara di Kamboja. Bahkan untuk urusan border atau melintas batas wilayah negara, dirinya juga mendapatkan pengalaman sangat buruk.
“Begitupula dengan border ya. Awalnya cek youtube banyak info tentang border Kamboja yang korup. Tapi waktu kita masuk via Thailand mereka sangat helpfull & ramah, g minta duit bahkan mereka sangat care sama kita,” tulisnya.
“Pas kita keluar lewat Laos, minta duit terang terangan,” sambung Ridwan Hanif.
Tweet ini pun direspons oleh salah satu stand-up komedian beranama Gilang Bhaskara. Ia merasa bersyukur jika polisi korup seperti di Kamboja tidak terjadi di Indonesia. Walaupun komentar Gilbhas ini pun sebenarnya adalah satire semata.
“Dih, ditilang trus polisinya korup begitu minta duit terang-terangan, amit-amit dah najis. Syukur polisi kita di sini tidak seperti itu,” tulis Gilbhas.
Btw di Kamboja banyak banget razia dan polisi disana sangat korup, minta duit nggak malu malu atau pake kode. Dan sekali kena mintanya 100 sampai 300 USD. Kita nego jadi 50 USD
Alasan ditilang? Karena sim international kita nggak ada tulisan Cambodia (padahal emang nggak ada) pic.twitter.com/c1G2GQmWUE
— Ridwan Hanif (@ridwanhr) June 21, 2025


