Toilet SPBU Gratis, Pekerja Toilet di Tasikmalaya Unjuk Rasa Karena Kehilangan Pekerjaan

0 Shares

TASIKMALAYA, HOLOPIS.COM – Digratiskannya toilet yang ada di SPBU seluruh Indonesia, membuat para pekerja toilet di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat lakukan aksi unjukrasa protes kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Unjuk rasa yang dilakukan pada Minggu (12/12), dilakukan di jalan protokol Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya. Mereka menggelar long march lalu memasuki aula kantor Desa Sukahening.

Alasan dilakukannya aksi tersebut, karena kbijakan yang dibuat menteri BUMN itu dinilai telah membuat ribuan orang menganggur.

Ada beberapa hal yang disampaikan oleh massa aksi, diantaranya penggratisan toilet di SPBU itu menyebabkan 5.000 orang penjaga toilet kehilangan pekerjaan. Hal itu berdampak pada penghidupan 15.000 anggota keluarga mereka.

Selain itu, mereka juga minta agar pemerintah untuk mencari alternatif pekerjaan bagi para mantan pekerja toilet tersebut.

“Untuk itu, kami meminta kepedulian dan simpati ang sama ditunjukkan oleh Menteri BUMN agar bisa mencarikan lapangan pekerjaan baru bagi 5.000 pekerja toilet yang menjadi sumber penghidupan 15.000 anggota keluarga kami,” kata Abdulrohman, salah seorang massa aksi dalam orasinya.

- Advertisement -

Sebagai informasi, paguyuban pekerja toilet kini sudah mulai masuk menjadi bagian dari Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi). Oleh sebab itu, aksi ini juga mendapat pendampingan untuk memperjuangkan nasib mereka.

Menurut Wakil Presiden K-Sarbumusi, Soeharjono. pihaknya akan mengomunikasikan keluhan para pekerja toilet ini dengan pemerintah pusat, terutama Kementerian BUMN dan Kementerian Tenaga Kerja.

Soeharjono juga menyatakan, seharusnya Menteri BUMN Erick Thohir seharusnya melihat dampak dari apa yang disampaikan. Ketika toilet SPBU digratiskan. “Ketika Covid-19 meningkatkan pengangguran, ditambah dengan kebijakan ini, maka jumlah pengangguran akan meningkat,” katanya.

Menteri BUMN juga diminta, untuk mengkaji ulang instruksi yang dikeluarkan. “Namun jika ini sudah menjadi kebijakan, maka pemerintah harus menyediakan pekerjaan alternatif. Apakah mereka dipekerjakan di Pertamina atau SPBU dengan status buruh,” katanya.

Soeharjono berharap pemerintah duduk bareng mendiskusikan persoalan ini. Hal itu agar masalah tersebut tidak berdampak pada peningkatan jumlah rakyat miskin.

Sebelumnya diberitakan, menteri BUMN meminta PT Pertamina (Persero) memperbaiki layanan fasilitas toilet di SPBU-SPBU yang berada di bawah perusahaan tersebut.

“Saya minta direksi Pertamina harus perbaiki, dan saya minta nanti seluruh kerja sama dengan pom bensin swasta yang di bawah Pertamina juga toiletnya enggak boleh bayar. Harus gratis,” ujarnya seperti dikutip dalam postingan akun Instagram resminya @erickthohir, Senin (22/11).

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU