JAKARTA – Menteri Luar Negeri, Sugiono mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengajukan permintaan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dia mengatakan, permintaan pertemuan kedua kepala negara itu disampaikan jauh sebelum Trump mengumumkan kenaikan tarif impor tinggi ke negara mitra dagang AS, termasuk Indonesia.
“Kita sudah melayangkan permintaan pertemuan dengan Presiden Trump jauh sebelum kenaikan tarif,” kata Sugiono di Ankara, Turki, seperti dikutip Holopis.com, Jumat (11/4).
Dia menjelaskan, bahwa awalnya pertemuan tersebut diagendakan untuk membahas hubungan bilateral antara Indonesia dengan negeri Paman Sam.
Namun sehubungan dengan situasi terkini, ia menyebut pertemuan tersebut juga akan membahas kebijakan tarif yang kini tengah ditangguhkan Donald Trump.
“Ya dengan perkembangan ini, saya kira itu juga akan dibicarakan,” ucap Sugiono.
Kendati demikian, Sugiono belum bisa memastikan kapan pertemuan tersebut akan berlangsung, meskipun surat permohonan pertemuan dengan Trump telah diajukan sejak lama.
Ia pun menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada pemerintah Amerika Serikat dan juga Donald Trump. “Tergantung kapan diterimanya,” kata dia.
Adapun terkait kebijakan tarif tinggi AS, Presiden Prabowo telah menunjuk Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto untuk menjadi perwakilan Indonesia untuk membahas ihwal kebijakan itu dengan AS.
Airlangga menyatakan pemerintah Amerika Serikat sudah menerima surat terkait negosiasi kebijakan tarif impor timbal balik, dimana Indonesia dikenakan tarif sebesar 32 persen.
Dalam merespons surat itu, Airlangga sebelumnya menyampaikan bahwa AS menyatakan pihaknya siap melanjutkan diskusi dengan Indonesia untuk membahas isu-isu terkait secara mendalam.
Menurut Airlangga, Indonesia mengirim surat tersebut melalui Kantor Perwakilan Dagang AS (United States Trade Representative/USTR) dan Sekretaris Perdagangan/Menteri Perdagangan AS (US Secretary of Commerce).
“Indonesia dari kedutaan sudah bicara dengan USTR (perwakilan departemen perdagangan AS) Pak Presiden, kami laporkan surat Indonesia sudah dikirim, dan sudah diterima oleh Amerika melalui Duta Besar (AS di) Indonesia,” ucap Airlangga pada Selasa (8/4) lalu.


