JAKARTA – Diperkirakan 280.000 warga Gaza kembali mengungsi sejak meningkatnya konflik dua pekan lalu, dengan beberapa dari mereka terpaksa pindah ke tempat penampungan yang penuh sesak serta dipenuhi kutu dan tungau.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mengatakan bahwa Israel semakin sering mengeluarkan perintah evakuasi yang kembali memaksa orang-orang untuk mengungsi demi mencari keselamatan.
“Semakin banyak warga yang pindah ke tempat penampungan yang tersisa, yang sudah penuh sesak,” kata OCHA, dikutip Holopis.com dari Xinhua News, Jum’at (4/4).
“Gigitan kutu dan tungau dilaporkan menyebabkan ruam kulit serta masalah kesehatan lainnya,” lanjut mereka.
Menurut OCHA, blokade bantuan membuat masalah tersebut sulit untuk diatasi karena kurangnya material yang tersedia di Gaza untuk meningkatkan kondisi kebersihan.
OCHA mengungkapkan bahwa PBB dan mitra-mitra kemanusiaannya terus menanggapi kebutuhan besar para warga di Gaza selama kondisinya memungkinkan. Blokade selama sebulan terhadap masuknya semua bantuan kemanusiaan serta barang-barang esensial telah membuat masyarakat tidak dapat memperoleh kebutuhan pokok. Bantuan pangan di Gaza semakin menipis.
Namun, OCHA menyebutkan bahwa mitra-mitra keamanan pangan sejauh ini mampu menyalurkan lebih dari 900.000 makanan hangat setiap hari.
OCHA mendesak agar perlintasan perbatasan segera dibuka kembali sehingga kargo dan bantuan kemanusiaan dapat memasuki Gaza.
Israel Bikin PBB Geleng-geleng Kepala
Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa Volker Turk mengatakan bahwa ia merasa ngeri dengan pemboman Israel yang terus dilanjutkan pasca gencatan senjata sudah cukup lama berjalan. Ia mengatakan serangan Israel ini hanya akan menambah tragedi.
“Ini akan menambah tragedi demi tragedi,” kata Volker.
Tindakan Israel dinilai akan menambah kesengsaraan masyarakat Palestina yang sudah menderita.
“Langkah Israel untuk menggunakan kekuatan militer yang lebih besar hanya akan menambah penderitaan lebih lanjut bagi penduduk Palestina yang sudah menderita kondisi yang sangat buruk,” lanjutnya.

