Buruh Ancam Mogok Nasional Jika SE Kenaikan Upah Tidak Dicabut

0 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Buruh yang tergabung dalam FSPMI geruduk kantor Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kemenakertrans), pada Jumat, (19/11). Kedatangan para buruh tersebut, untuk menuntut Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziah agar mencabut Surat Edaran (SE) untuk Menaker tentang ketetapan kenaikan upah minimum tahun 2022.

Menurut salah satu orator, SE tersebut bertentangan dengan apa yang sedang dilakukan pemerintah dalam pemulihan ekonomi.

“Keluarnya SE ini sangat bertentangan dengan kerja pemerintah dalam pemulihan ekonomi, dengan dinaikannya upah hanya 1,09 persen daya beli masyarakat pun jadi akan menurun,” ujar orator di depan gedug Kemenakertrans, Jakarta.

Selain menuntut dibatalkannya SE Menaker, mereka juga minta agar para kepala daerah seperti Gubernur, Bupati dan Walikota tidak memakai SE Menaker dan juga PP 36 dalam menghitung kenaikan upah minimum.

Jika hal tersebut dilakukan, para buruh ancam akan melakukan mogok nasional. “kalau sampai pada waktunya, baik gubernur, bupati, walikota menetapkan kenaiakn upah dengan SE menaker atau PP 36, maka kita akan mogok nasional,” lanjut orator.

Setelah selesai melakukan orasi, para buruh melanjutkan aksinya ke kantor Balaikota DKI Jakarta untuk mengawal keputusan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta yang rencananya akan diputuskan hari ini.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

YANG BARU