HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa pada Juni 2022 naik US$800 juta menjadi US$136,4 miliar, atau setara dengan Rp2.037 triliun (asumsi kurs Rp14.985 per dolar AS).
Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan, kenaikan tersebut salah satunya didorong oleh penerbitan global bond atau surat utang dalam valuta asing.
“Peningkatan posisi cadangan devisa pada Juni 2022, antara lain dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa,” kata Erwin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/7).
Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belakangan ini nampaknya rajin menerbitkan surat berharga negara (SBN) valas berdenominasi mata uang asing.
Terbaru, pemerintah menerbitkan SBN valas berdenominasi yen Jepang atau Samurai Bonds senilai 81 miliar yen. SBN tersebut diterbitkan dalam empat seri dengan tenor 3-10 tahun, dengan tanggal setelment 9 Juni 2022.
Hal ini merupakan penerbitan SBN valas untuk kali ketiga, setelah penerbitan SBN denominasi dolar pada 23 Maret sebesar US$ 1,75 miliar dan sukuk global US$ 3,25 miliar, serta US$ 1,5 miliar berupa green sukuk pada 24 Mei lalu.
Berkat hal tersebut, posisi cadangan devisa pada Juni 2022 ini berbalik arah setelah tiga bulan beruntun mencatat penurunan.
Erwin mengatakan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,6 bulan impor dan 6,4 bulan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Selain itu posisi cadangan devisa ini juga berada di atas standar kecukupan internasional, yakni sekitar 3 bulan impor.
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ujarnya.
Selain itu, BI juga melihat bawah cadev masih terus berada di posisi yang aman. Terlebih saat ini perekonomian dalam negeri terus menunjukkan kinerja yang positif.
“Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi,” pungkasnya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!