Prasetyo turut menyoroti risiko yang dihadapi personel TNI dalam operasi pemadaman melalui udara atau water bombing.
“Oleh karena itulah, sekali lagi ini menunjukkan pemerintah bekerja sangat serius. Dan saudara-saudara kita bekerja siang dan malam mempertaruhkan jiwa raganya,” kata Prasetyo.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan para prajurit yang gugur serta keluarga yang ditinggalkan.
“Dan terutama saudara-saudara kita TNI yang melakukan proses pemadaman dengan water bombing. Saudara-saudara ketahui itu semua mengandung risiko. Mari kita memanjatkan doa supaya saudara-saudara kita diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ujar dia.
Selain menyampaikan belasungkawa, pemerintah memberikan apresiasi kepada seluruh petugas dan relawan yang ikut membantu pemantauan titik api, mengantisipasi penyebaran kebakaran, hingga melakukan pemadaman di lapangan.
“Dan kami juga terima kasih, kami memonitor saudara-saudara kita yang membantu di lapangan,” kata Prasetyo.
Gugurnya tiga personel TNI tersebut menjadi pengingat besarnya risiko yang dihadapi para petugas dalam penanganan karhutla. Di tengah kondisi kebakaran yang masih membutuhkan perhatian, upaya pemadaman dan perlindungan terhadap seluruh personel di lapangan tetap menjadi hal penting.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!