HOLOPIS.COM, BREBES – Memiliki rumah sendiri masih menjadi impian banyak anak muda, termasuk pekerja di sektor informal. Ahmad Yasin (30), seorang kurir paket asal Brebes, Jawa Tengah, akhirnya bisa mewujudkan impian tersebut setelah memanfaatkan fasilitas KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Yasin kini tinggal di rumah pertamanya di Kompleks Grand Amarta, Brebes, bersama istri dan anaknya. Sebelumnya, ia dan sang istri sempat tinggal di rumah orang tua sebelum akhirnya menyewa rumah sambil menabung untuk memiliki hunian sendiri.
Yasin mengaku pertama kali mengetahui adanya rumah tersebut ketika sedang menjalankan pekerjaannya sebagai kurir paket.
“Awalnya saya tahu info rumah ini pas lagi keliling mengantar paket. Saya tanya-tanya ke pemilik rumah yang sudah ada, lalu cari tahu di internet. Sebelumnya belum pernah kebayang, tapi pas menikah memang impian setiap pasangan ingin punya rumah sendiri,” kata Yasin.
Ia kemudian mencari informasi lebih jauh mengenai pembiayaan rumah. Dari situ, Yasin mengetahui adanya skema KPR FLPP yang memberikan fasilitas pembiayaan rumah bersubsidi dengan bunga tetap.
Program tersebut menjadi salah satu cara pemerintah memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Tinggal di rumah sendiri lebih tenang
Setelah hampir satu tahun menempati rumah tersebut, Yasin mengatakan ada perubahan yang cukup terasa dalam kesehariannya.
Bukan hanya soal memiliki tempat tinggal sendiri, ia juga bisa membuat halaman rumah menjadi ruang untuk menjalankan hobinya.
Berbagai tanaman buah dan sayuran ditanam di halaman, mulai dari kemangi, pepaya, cabai, terong, hingga anggur dan kelengkeng.
“Kendalanya sih tidak ada. Malah kita lebih enak memiliki rumah sendiri, lebih tenang bercengkerama bersama keluarga setelah pulang bekerja,” kata dia.
Bagi Yasin, rumah tersebut bukan sekadar tempat tinggal. Ada rasa aman karena ia dan keluarganya tidak lagi harus berpindah-pindah tempat tinggal.
Target FLPP dinaikkan
Kisah Yasin datang di tengah upaya pemerintah memperluas akses kepemilikan rumah melalui Program 3 Juta Rumah.
Program tersebut telah ditetapkan sebagai salah satu dari 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) periode 2025–2029.
Memasuki 2026, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama BP Tapera menargetkan penyaluran KPR FLPP meningkat dari 220.000 unit menjadi 350.000 unit.
Hingga 11 September 2026, sebanyak 148.508 unit rumah telah terealisasi dengan nilai mencapai Rp18,47 triliun.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...