Dalam penggeledahan, polisi turut menyita sejumlah barang berharga, termasuk amulet emas, perhiasan, dan benda berharga lainnya.
Setelah ditangkap, Phra Wachirayan atau Luang Pho Atichot kemudian dilepas dari jubah kebiksuan.
Dengan demikian, proses hukum terhadap dirinya berlangsung sebagai warga sipil.
Kasus tersebut kembali menyoroti persoalan disiplin dan pengawasan terhadap komunitas biksu di Thailand.
Apalagi, skandal ini terjadi di lingkungan kuil yang selama ini dipandang sebagai tempat suci dan memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat Thailand.
Reaksi publik pun bermunculan setelah rekaman CCTV tersebut beredar.
Sejumlah pengguna media sosial mengaku kecewa karena dugaan pelanggaran terjadi di dalam kompleks kuil.
Peristiwa ini juga mengingatkan publik pada sejumlah skandal yang sebelumnya mengguncang komunitas biksu Thailand.
Salah satunya kasus pada 2025 yang melibatkan perempuan bernama Wilawan Emsawat alias “Miss Golf”.
Dalam kasus tersebut, polisi menemukan puluhan ribu foto dan video intim yang kemudian dikaitkan dengan dugaan pemerasan terhadap sejumlah biksu senior.
Maraknya kasus tersebut membuat pengawasan terhadap perilaku biksu dan pengelolaan dana kuil kembali menjadi perhatian.
Kepolisian Thailand sebelumnya juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan biksu.
Sementara itu, penyelidikan terhadap mantan kepala biara Wat Phutthaisawan dan perempuan yang disebut sebagai asistennya masih berlangsung.




