Untuk menghadapi paparan abu vulkanik, masker juga perlu tersedia. Masyarakat dapat menggunakannya ketika harus berada di luar ruangan atau ketika kondisi lingkungan dipengaruhi abu vulkanik.
3. Tas Siaga Jangan Hanya Disiapkan Saat Erupsi
Menyiapkan tas siaga juga tidak cukup dilakukan sekali. Isi tas perlu diperiksa secara berkala, terutama makanan, air, obat-obatan, baterai, pakaian, dan perlengkapan yang memiliki masa simpan.
Letak tas juga perlu diketahui seluruh anggota keluarga. Tas sebaiknya ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau sehingga tidak perlu mencari barang satu per satu ketika kondisi darurat terjadi.
Kesiapsiagaan juga perlu dilengkapi dengan pengetahuan mengenai jalur evakuasi dan titik berkumpul. BNPB sebelumnya menekankan bahwa pengurangan risiko bencana dapat dimulai dari lingkup keluarga melalui penyiapan tas siaga sekaligus penyusunan rencana kedaruratan keluarga.
Di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada level III atau siaga, persiapan tersebut dapat dilakukan sejak kondisi masih terkendali. Dengan begitu, warga tidak perlu mengumpulkan kebutuhan dari awal ketika muncul arahan untuk melakukan evakuasi.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...