Ksatria Warrior 2026 Berakhir, TNI AD dan US Army Ungkap Hasil Latihan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Latihan bersama TNI Angkatan Darat (TNI AD) dan United States Army (US Army) dalam Latma Ksatria Warrior 2026 resmi berakhir. Selama 15 hari, kedua pasukan mengasah kemampuan mulai dari koordinasi operasi, latihan taktis hingga menembak menggunakan peluru tajam.

Latihan digelar di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Upacara penutupan dipimpin Pembantu Asisten VIII/Kerja Sama Militer Non-Asia Staf Operasi Angkatan Darat Kolonel Inf Medi Hariyo Wibowo selaku inspektur upacara.

Medi mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan latihan tersebut.

Menurutnya, latihan bukan sekadar menguji kemampuan militer. Para prajurit TNI AD dan US Army juga membangun hubungan melalui proses saling belajar, berkoordinasi, serta berkomunikasi.

“Hal ini menunjukkan bahwa semangat mutual respect, mutual benefit, dan mutual trust bukan hanya menjadi semboyan, namun telah diwujudkan dalam setiap tahapan pelaksanaan latihan,” kata Medi dalam siaran pers resmi TNI AD yang dikutip Holopis.com, Minggu (30/8/2026).

Ia berharap latihan tersebut bisa memberikan dampak lebih luas, bukan hanya meningkatkan kemampuan tempur prajurit, tetapi juga memperkuat hubungan militer dan bilateral Indonesia-Amerika Serikat.

Dari pihak Amerika Serikat, Perwira Penanggung Jawab Operasi USARPAC Kolonel Richard King menilai kemampuan prajurit kedua negara dalam berkoordinasi selama latihan menjadi sinyal positif.

Menurut Richard, kerja sama yang dibangun selama latihan menunjukkan hubungan pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat semakin kuat.

“Kerja sama yang terjalin selama latihan ini sangat berharga. Kemampuan kita untuk berkoordinasi dan bertindak sebagai satu tim menunjukkan kekuatan hubungan kedua negara yang semakin kokoh,” ujar Richard.

Ia berharap kerja sama tersebut bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi kepentingan bersama, khususnya dalam memperkuat sektor pertahanan kedua negara.

Dari Kelas hingga Peluru Tajam

Selama 15 hari, materi latihan dibuat cukup beragam. Prajurit TNI AD dan US Army tidak hanya menjalani latihan lapangan, tetapi juga mendapatkan materi teori dan teknis.

Beberapa kegiatan yang dilakukan meliputi:

  • Academic Day, berupa pembelajaran teori di kelas.
  • Engineer Capabilities (ENCAP), termasuk renovasi SDN 04 Peracak.
  • Staff Exercise (Staffex), untuk mengasah kemampuan pengambilan keputusan.
  • Field Training Exercise (FTX), berupa latihan lapangan.
  • Live Fire Exercise (LFX), yakni latihan menembak menggunakan peluru tajam.

Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan prajurit dalam aspek teknis, taktis, staf, hingga koordinasi operasi.

Berakhirnya Latma Ksatria Warrior 2026 menjadi salah satu bagian dari kerja sama pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM

YANG BARU