JAKARTA, HOLOPIS.COM – Aksi 500 warga Kebumen ke Jakarta pada 27 Agustus untuk mendukung program pemerintah justru menuai kecaman netizen. Mereka dituding bikin demo tandingan.
Rencana keberangkatan 500 warga Kebumen ke Jakarta pada 27 Agustus 2026 untuk menyuarakan dukungan terhadap sejumlah program pemerintah justru menuai sorotan di media sosial.
Sebagian netizen menilai aksi tersebut berpotensi menjadi demo tandingan terhadap aksi lain yang digelar pada waktu yang sama.
Ratusan warga tersebut disebut berasal dari berbagai kalangan, mulai dari petani, pedagang, sopir, buruh, nelayan, tukang becak hingga relawan Prabowo.
Keberangkatan itu digagas DPD Tani Merdeka Kebumen bersama kelompok yang mengatasnamakan Aliansi Kebumen Bersatu.
Mereka berencana menyampaikan dukungan terhadap Program Prabowo, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan swasembada pangan.
Selain itu, mereka menyatakan akan mendukung perbaikan distribusi pupuk bersubsidi serta menolak aksi yang dinilai berpotensi memicu provokasi.
Ketua DPD Tani Merdeka Kebumen, Parjono, mengatakan keberangkatan warga ke Jakarta dilakukan untuk menjaga persatuan dan menghindari potensi konflik.
“Kami ingin menjaga persatuan bangsa dan menolak aksi yang berpotensi memicu provokasi,” kata Parjono.
Namun, rencana tersebut justru mendapat respons beragam dari masyarakat di media sosial.
Sejumlah akun yang mengaku berasal dari Kebumen melontarkan kritik terhadap rencana keberangkatan 500 warga tersebut.
Salah satu akun bernama @Mansur bahkan menyebut rombongan tersebut sebagai “gerombolan penjilat”.
Kritik serupa disampaikan akun Tri Agus Santoso. Ia menilai keberadaan aksi pada tanggal yang sama dapat dipersepsikan sebagai upaya membuat aksi tandingan.




