Agenda tersebut menjadi ruang pembahasan berbagai isu, mulai dari kebijakan nasional, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, keselamatan kerja, hingga penggunaan teknologi dalam penanganan bencana.
Sejumlah program yang digelar antara lain S&D Global Safety and Development Conference, Seminar Kesiapsiagaan Keselamatan Kerja (iSafety), Forum Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD), G60 Medical Industry Cooperation, serta Forum Pemadam Kebakaran Cerdas dan Keselamatan Industri.
Ada pula Forum Sinergi Darurat Maritim dan Kepulauan, Forum World Humanitarian Day, Penandatanganan Kerja Sama Bilateral (MoU), serta Pelatihan dan Simulasi Manajemen Bencana melalui CPR Workshop.
Salah satu agenda yang cukup menarik perhatian adalah Business Matching. Program tersebut menghasilkan 140 pertemuan bisnis dan sejumlah lead kerja sama potensial.
Pertemuan itu mempertemukan penyedia teknologi, produsen peralatan keselamatan, pemerintah, serta pelaku industri yang membuka peluang investasi dan kerja sama teknologi kebencanaan.
Robot AI hingga Sistem Pemetaan 3D
Teknologi yang dipamerkan EDRR Indonesia 2026 juga cukup beragam.
Pengunjung dapat melihat berbagai solusi yang dirancang untuk membantu proses mitigasi hingga penanganan kondisi darurat. Mulai dari robot penyelamat berbasis kecerdasan buatan (AI), sistem pemetaan bencana 3D, kendaraan medis darurat, komunikasi satelit dan darurat, sampai peralatan proteksi diri dan evakuasi.
Sejumlah merek dan produsen dari dalam maupun luar negeri ikut berpartisipasi. Di antaranya PT Ambulance Pintar Indonesia, Delima Mandiri, Fuso, Wuling, Farizon, PT Pundarika Atma Semesta, Deep Robotics, Unitree, Genisom AI, Roboticplus.AI, Hytera Communications, PT Dahua Vision Technology Indonesia, Gotion Hi-Tech, VdS Schadenverhuetung GmbH, Lamilab Inc, dan Aetosky PTE LTD.
Kehadiran teknologi tersebut menjadi gambaran bagaimana perkembangan digital dan otomasi mulai mengambil peran dalam sistem penanggulangan bencana.
Dorong Transfer Teknologi dan Kolaborasi
EDRR Indonesia 2026 tidak hanya diarahkan sebagai pameran bisnis. Penyelenggara juga mendorong acara ini menjadi ruang untuk mempercepat pertukaran pengetahuan dan teknologi antara Indonesia dengan mitra internasional.
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi risiko bencana juga menjadi salah satu fokus.




