Mendag Busan juga menyoroti harga telur ayam ras dan daging ayam ras yang saat ini masih berada di bawah HA. Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Manis, harga telur ayam ras berada di kisaran Rp25.000–26.000/kg, sedangkan daging ayam ras di kisaran Rp35.000–36.000/kg.
Mendag Busan menegaskan, pemerintah telah berkoordinasi dengan berbagai sektor untuk meningkatkan penyerapan produk peternakan. Ia berharap, harga di tingkat peternak dapat kembali stabil. “Kami sudah menghubungi asosiasi perhotelan, restoran, kafe, dan ritel modern untuk membantu menyerap telur dan daging ayam agar harganya menjadi stabil,” kata Mendag Busan.
Kemendag terus memantau rutin perkembangan harga bapok melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Sistem tersebut memungkinkan pantauan harian terhadap harga bapok di berbagai daerah melalui ratusan petugas pencatat harga yang tersebar di seluruh Indonesia. SP2KP dapat diakses melalui https://sp2kp.kemendag.go.id.
“Kemendag memantau harga di daerah melalui SP2KP. Ada sekitar 550 kontributor di 514 kabupaten dan kota yang setiap hari mencatat perkembangan harga dan dilaporkan kepada kami melalui SP2KP. Data itu kami terima setiap hari sebagai dasar mengambil langkah stabilisasi harga dan pasokan,” ungkap Mendag Busan.
Salah satu pedagang bahan pokok di Pasar Manis, Tyas, mengungkapkan, penjualan bapok di Pasar Manis tetap berjalan normal, meskipun harga beberapa komoditas berfluktuasi. Sementara itu, terkait MINYAKITA, pasokan yang dijual di tokonya selalu tersedia dan tidak ada kendala distribusi. MINYAKITA dipasok secara berkala dari Bulog dan ia jual sesuai HET Rp15.700/liter.
Ia pun berharap pemerintah terus menjaga stabilitas harga bapok agar aktivitas perdagangan di pasar tetap kondusif. “Pasokan MINYAKITA aman, barangnya tidak kurang dan masih bisa dijual sesuai HET. Harapan saya, harga-harga jangan naik terus, semoga tetap stabil sehingga pedagang dan pembeli sama-sama nyaman,” kata Tyas.
Pasar Manis merupakan salah satu pasar rakyat utama di Kabupaten Banyumas yang menjadi pusat perdagangan bapok bagi masyarakat Banyumas dan sekitarnya. Pasar ber-Standar Nasional Indonesia (SNI) itu dibangun melalui program revitalisasi pasar rakyat Kemendag dan diresmikan pada 2016.
Pasar Manis memiliki tiga lantai. Area rubanah (ruang bawah tanah) menjadi lokasi penjualan daging ayam dan komoditas basah lainnya; lantai dasar ditempati pedagang sayuran, komoditas pangan segar, dan sentra kuliner; serta lantai satu untuk kios bapok. Dengan sekitar 150 pedagang yang beraktivitas setiap hari, Pasar Manis menjadi salah satu barometer perkembangan harga dan distribusi bahan pokok di wilayah Banyumas.

