Wamendag Roro Dorong Perluasan Akses Pasar Global Untuk Produk Halal Indonesia

0 Shares

Sementara itu, negara tujuan utama ekspor produk halal Indonesia antara lain Tiongkok dengan nilai USD 10,73 miliar dan Amerika Serikat (AS) sebesar USD 10,16 miliar. Berikutnya, India senilai USD 5,07 miliar, dan Malaysia yang mencapai USD 3,21 miliar.

Untuk mendukung peningkatan ekspor, lanjut Wamendag Roro, Kemendag terus memperkuat berbagai instrumen fasilitasi perdagangan yang salah satunya melalui program usaha mikro, kecil, dan menangah (UMKM) BISA Ekspor. Pada Januari—April 2026, UMKM BISA Ekspor mencatat 278 kegiatan yang terdiri atas 146 pitching dan 132 pertemuan dengan buyer. Kegiatan tersebut melibatkan 552 pelaku usaha dan menghasilkan capaian transaksi sebesar USD 107,34 juta yang terdiri atas pesanan pemberlian (purchase order) sebesar USD 11,72 juta dan potensi transaksi senilai USD 95,62 juta.

Wamendag Roro mengungkapkan, Kemendag juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan platform digital Inaexport sebagai etalase produk Indonesia di pasar internasional. Tidak hanya itu, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan melalui Export Center yang saat ini telah hadir di Surabaya, Makassar, Batam, dan Balikpapan.

Pada kesempatan tersebut, Wamendag Roro turut mengundang para pelaku usaha dan produsen produk halal Indonesia untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan diselenggarakan pada 14-18 Oktober 2026. Menurutnya, TEI menjadi salah satu sarana strategis untuk memperluas jejaring bisnis dan memperkenalkan produk halal Indonesia kepada pembeli mancanegara.

“Kami ingin makin banyak produk halal Indonesia tampil di panggung internasional. Melalui TEI dan berbagai program fasilitasi ekspor lainnya, kami berharap produk-produk unggulan Indonesia makin dikenal dan dipercaya oleh pasar dunia,” pungkas Wamendag Roro.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang UMKM Kadin Indonesia sekaligus Ketua Pelaksana IHBF Expo 2026 Rifda Ammarina mengatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam industri halal global. Namun, peluang tersebut perlu didukung dengan penguatan promosi, peningkatan jumlah produk bersertifikat halal, serta sinergi antarpemangku kepentingan.

- Advertisement -

Sementara itu, salah satu peserta Pameran IHBF 2026 sekaligus pemilik Epica Couture Ekta Punjabi mengapresiasi penyelenggaraan IHBF Expo 2026 yang dinilainya mampu meningkatkan eksposur produk fesyen Muslim Indonesia kepada masyarakat. Menurut Ekta, rangkaian kegiatan selama tiga hari, khususnya peragaan busana (fashion show) berhasil menarik minat pengunjung untuk mengenal lebih dekat produk-produk yang ditampilkan.

Ditemui di lokasi pameran, pemilik Gudeg Simbok Eko Sasmito Nugroho yang juga menjadi peserta pameran menilai penyelenggaraan IHBF Expo 2026 berjalan dengan baik dan mampu menarik minat pengunjung selama tiga hari pelaksanaan. Menurut Eko, meskipun sektor kuliner berperan sebagai pendukung dalam pameran tersebut, antusiasme pengunjung tetap memberikan dampak positif bagi peserta.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat lebih sering diselenggarakan. Bagi UMKM, pameran merupakan sarana yang penting untuk memperkenalkan produk dan memperluas jaringan usaha. Ke depan, kami juga berharap biaya partisipasi dapat makin terjangkau sehingga lebih banyak UMKM yang dapat ikut serta,” kata Eko.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Achmad Husin Alifiah
Achmad Husin Alifiah
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU