Luhut Buka-bukaan di Singapura, Investor Global Khawatir Rupiah dan Timur Tengah

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memulai rangkaian kunjungannya di Singapura dengan bertemu para investor global dan jajaran perusahaan manajemen aset terkemuka.

Dalam pertemuan itu, Luhut menyampaikan kondisi riil perekonomian Indonesia sekaligus menyerap berbagai masukan dari pelaku pasar internasional guna memperkuat kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Menurut Luhut, para investor menyoroti tingginya volatilitas pasar global yang dipengaruhi berbagai faktor. Sorotan itu mulai dari fluktuasi nilai tukar, tingginya suku bunga global, hingga ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada arus modal internasional.

Dari diskusi kami hari ini, memang ada kekhawatiran mengenai volatilitas pasar. Mulai dari fluktuasi nilai tukar, hingga arus modal akibat tingginya suku bunga dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah,” kata Luhut dikutip dari unggahannya di Instagram @luhut.pandjaitan, Jumat, (22/5/2026).

Di hadapan investor, Luhut menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi kuat. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,61 persen dengan tingkat inflasi yang tetap terkendali di kisaran 2,4 persen.

- Advertisement -

Namun, ia mengakui bahwa kekuatan fundamental ekonomi saja belum cukup untuk menjaga optimisme pasar. Menurutnya, investor juga mempertimbangkan aspek kepercayaan dan kepastian dalam mengambil keputusan investasi.

Kepada mereka, saya tegaskan satu hal: fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh karena tumbuh di angka 5,61 persen dengan inflasi terkendali di kisaran 2,4 persen,” katanya.

Maka itu, ia menuturkan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, DEN berkomitmen penuh menjaga disiplin fiskal dan mempertahankan defisit anggaran tetap di bawah 3 persen dari PDB. “Kredibilitas fiskal adalah aset berharga yang tidak akan kami pertaruhkan,” lanjutnya.

Luhut juga menambahkan DEN telah menyiapkan simulasi apabila harga minyak dunia menyentuh level USD100 per barel. Kajian tersebut telah disampaikan kepada Presiden lengkap dengan rekomendasi stimulus ekonomi untuk menjaga stabilitas nasional.

Selain itu, pemerintah juga tengah mendorong transformasi digital melalui teknologi GovTech sebagai bagian dari efisiensi belanja negara. Salah satu fokus utamanya ialah mengubah pola subsidi energi, termasuk BBM, dari berbasis barang menjadi bantuan tunai langsung yang lebih tepat sasaran.

Sistem inilah yang sedang kita persiapkan untuk mentransisikan subsidi energi (seperti BBM) dari berbasis barang menjadi bantuan tunai langsung tepat sasaran,” ujar Luhut.

Dalam sektor pasar modal, Luhut menyebut pemerintah telah mendorong Otoritas Jasa Keuangan atau OJK untuk mengoptimalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam sistem pengawasan guna menciptakan tata kelola yang lebih bersih dan transparan.

Pemerintah juga terus mematangkan ekosistem Indonesia Financial Center (IFC) di kawasan ekonomi khusus sebagai pusat kolaborasi strategis yang diharapkan mampu menawarkan iklim usaha setara dengan pusat keuangan global.

Kami juga terus mematangkan ekosistem Indonesia Financial Center (IFC) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai rumah kolaborasi strategis, yang menawarkan iklim usaha setara dengan pusat keuangan global,” kata Luhut.

Ia menegaskan bahwa kepercayaan dan kepastian merupakan faktor yang sama pentingnya dengan pertumbuhan ekonomi. Meski implementasi kebijakan di lapangan tidak selalu mudah, pemerintah memastikan arah pembangunan ekonomi nasional tetap berfokus pada peningkatan daya saing, transparansi, dan efisiensi.

“Dengan eksekusi yang kuat, peluang investasi jangka panjang di Indonesia tetap masih menjanjikan,” tutur Luhut.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU