HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia semakin pesat. Tahun ini, teknologi swap baterai super cepat dari China siap masuk dan akan dimulai di Jakarta.
Industri kendaraan listrik di Indonesia kembali mendapat dorongan besar. Perusahaan penyedia stasiun swap baterai asal China, Aulton, memastikan akan mulai berinvestasi di Indonesia pada tahun ini.
General Manager International Business Division Aulton, Steven Qu, menyebut Jakarta akan menjadi lokasi pertama pengembangan teknologi ini.
“Tahun ini kami akan melakukan investasi di Indonesia, dan Jakarta akan menjadi wilayah pertama,” ujar Steven Qu di Guangzhou, China yang dikutip Holopis.com, Senin (4/5/2025).
Aulton menargetkan pembangunan minimal 10 stasiun swap baterai di Jakarta. Menariknya, teknologi yang dibawa bukan versi lama, melainkan generasi terbaru.
“Bukan Generasi ke-4 yang akan kami aplikasikan, melainkan generasi ke-7 akan kami aplikasikan di Indonesia… dengan minimum 10 station di Jakarta dalam tahun ini,” ujar Steven.
Perbedaan utama ada pada sistem kerja. Jika sebelumnya mobil harus diangkat untuk mengganti baterai, kini prosesnya jauh lebih canggih.
“Akan ada perbedaan sistem, kalau generasi keempat mobil diangkat lalu baterai diganti. Namun pada generasi ke-7, mobil listrik akan diam ditempat, lalu robot secara otomatis akan mengganti baterai,” ucap Steven.
Teknologi ini memungkinkan proses penggantian baterai dilakukan super cepat, bahkan hanya sekitar 100 detik.
Untuk tarif layanan, Aulton akan mengikuti regulasi di Indonesia dan berkoordinasi dengan PT PLN (Persero).
“Harga di Indonesia akan mengikuti aturan dari PT. PLN (Persero),” kata Steven.
Sebagai perbandingan, di Guangzhou, tarif swap baterai mencapai sekitar 1,4 yuan.
Di Indonesia, Aulton juga membuka peluang kerja sama dengan produsen mobil listrik, termasuk GAC Indonesia.
Product Planning and Strategy GAC Indonesia, Iqbal Taufiqurrahman, menyebut pengumuman resmi kerja sama akan segera dilakukan.
“Yang jelas ini sinyal positif ya… ganti baterai dari mobil masuk sampai keluar hanya 100 detik kan itu cepet banget,” ucap Iqbal.
Kehadiran Aulton menjadi sinyal positif bagi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Selain mempercepat adopsi mobil listrik, teknologi ini juga bisa menjadi solusi atas kekhawatiran waktu pengisian daya yang lama.
Dengan sistem swap baterai yang cepat dan praktis, masa depan mobil listrik di Indonesia semakin menjanjikan.

