Persebaya Academy Gelar Football Festival, Ajang Pembinaan dengan Pendekatan Healthy Competition

0 Shares

Pada stage Mini, misalnya, pertandingan dikemas dalam format sederhana seperti 3v3 atau 4v4 tanpa penjaga gawang. Durasi permainannya pun dibuat lebih singkat. Bahkan, di stage Mini sampai Junior sampai skor tidak ditampilkan untuk menekankan bahwa kemenangan bukan indikator utama keberhasilan.

Bedanya, pada level Youngster dan Junior, pemain mulai diperkenalkan pada konsep permainan tim yang lebih kompleks, termasuk peran posisi, pengambilan keputusan, serta tanggung jawab dalam permainan. Sedangkan di level Prospect dan Future, atmosfer pertandingan sudah mendekati level kompetitif dengan standar permainan yang mengacu pada regulasi FIFA.

- Advertisement -

Sistem Kompetisi Home-Away dan Penggunaan Statistik

Football Festival dilaksanakan dalam format empat leg setiap semester dengan sistem home away, yang digelar secara bertahap pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember.

- Advertisement -

Komposisi pemain merupakan gabungan dari siswa yang selama ini mengikuti pelatihan weekday dan weekend. Pembentukan timnya didasarkan pada sistem drawing yang dilakukan saat technical meeting, atau bahkan langsung sebelum pertandingan untuk memastikan pemerataan kualitas tim.

Meskipun konsep dari “mini turnamen” ini lebih santai, tapi Persebaya Academy mengadopsi beberapa standar pemantauan perkembangan anak. Intan menunjukkan keseriusan program ini salah satunya ditunjukkan dengan adanya tim analis dan statistik. Persebaya Academy, lanjut Intan, bekerjasama dengan Tim Sport Performance Analyst dari prodi D4 Analisa Performa Olahraga, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk melakukan pencatatan dan pengolahan data statistik para pemain.

Pengalaman Kompetisi yang Holistik

Football Festival juga dirancang agar semua pemain mendapatkan kesempatan bermain yang merata. Selain itu, regulasi permainan juga disesuaikan untuk menjaga keselamatan pemain, seperti larangan tackling keras atau slide tackle pada kelompok usia tertentu.

Dengan konsep ini, Persebaya Academy tidak hanya membentuk pemain yang kompetitif, tetapi juga menanamkan nilai-nilai fundamental dalam sepak bola: sportivitas, kerjasama, dan kecintaan terhadap permainan.

“Lewat Football Festival ini, Persebaya Academy mencoba membuktikan bahwa pembinaan usia dini tidak harus selalu tentang menang atau kalah. Namun lebih penting dari itu, tentang bagaimana membangun karakter dan pengalaman bermain yang akan menjadi bekal di masa depan,” terang Intan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru