HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan geram dan mengecam keras Israel yang dinilai menjadi aktor utama di balik pecahnya konflik bersenjata dengan Iran. Erdogan bahkan menuding Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menjadikan perang sebagai alat bertahan politik.
Menurut Erdogan, konflik yang kini mengguncang kawasan Timur Tengah bukan sekadar perang biasa. Tapi, ia menyindir perang itu sebagai krisis besar yang dampaknya dirasakan seluruh dunia.
“Ini adalah perang untuk bertahan hidup Netanyahu, tetapi 8 miliar orang menanggung akibatnya,” kata Erdogan dikutip dari Anews, Kamis, (26/3/2026).
Erdogan secara terang-terangan menyebut bahwa serangan terhadap Iran pada 28 Februari terjadi di bawah tekanan Israel. Ia menilai langkah tersebut sebagai bagian dari strategi berbahaya yang menyeret kawasan ke dalam konflik berkepanjangan.
“Setelah serangan yang dilancarkan pada 28 Februari terhadap tetangga kita Iran di bawah tekanan Israel, karakteristik negara kita ini telah dibahas lebih luas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Turki menjadi salah satu negara yang sejak awal mampu membaca arah konflik yang kini menenggelamkan kawasan dalam darah dan mesiu.
Erdogan menyoroti dunia saat ini tengah membayar mahal akibat perang yang dipicu Israel. Kata dia, dunia sudah menanggung tiga pekan lebih imbas kelakuan Israel. “25 hari terakhir telah menunjukkan bahwa meskipun ini adalah perang Israel, dunia yang menanggung akibatnya,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut adanya ‘jaringan pembantaian’ yang dipimpin Netanyahu dan mendesak agar segera dihentikan demi kemanusiaan dan stabilitas kawasan. “Jaringan pembantaian yang dipimpin oleh Netanyahu harus segera dihentikan.”
Di tengah memanasnya situasi, Erdogan menegaskan bahwa Turki tidak akan terseret dalam konflik yang lebih luas.
“Kita tidak akan jatuh ke dalam perangkap yang telah disiapkan untuk kita,” katanya.
“Kami bertekad untuk menjauh dari lingkaran api,” lanjut Erdogan.
Ia juga menekankan bahwa Turki tetap menjunjung prinsip keadilan dalam bersikap.
“Turki adalah salah satu negara langka yang berani menyebut yang benar sebagai ‘benar’ dan yang salah sebagai ‘salah’.”
Erdogan memperingatkan bahwa pendekatan Israel yang keras justru menghambat upaya damai.
“Sikap Israel yang tidak kompromi, maksimalis, dan radikal tidak boleh dibiarkan merusak solusi diplomatik,” sebut Erdogan.
Ia juga menyerukan kepada dunia internasional agar tidak ikut memperkeruh konflik yang telah dipicu secara tidak adil.
“Tidak ada negara yang menghargai perdamaian dan stabilitas global yang boleh memicu api yang telah dinyalakan Israel secara tidak adil di kawasan ini,” kata Erdogan.
Selain kritik politik, Erdogan mengungkapkan bahwa Turki telah bersiap menghadapi dampak perang, mulai dari krisis energi hingga guncangan ekonomi global. Ankara memperkuat ketahanan nasional melalui diversifikasi energi, penguatan industri pertahanan, hingga perluasan kerja sama internasional.
Ia menegaskan bahwa perubahan global saat ini menuntut negara-negara untuk lebih siap dalam menghadapi persaingan geopolitik baru, terutama di bidang teknologi, energi, dan rantai pasok.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...