Sejarah Ketupat, Mengapa Menjadi Ikon Lebaran di Indonesia?

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Setiap kali Hari Raya Idul Fitri tiba, meja makan di banyak rumah di Indonesia hampir selalu dihiasi dengan ketupat.

Ketupat merupakan hidangan yang terbuat dari beras yang dimasak dalam anyaman daun kelapa muda ini telah menjadi simbol khas Lebaran, biasanya disajikan bersama opor ayam, sambal goreng ati, atau rendang.

Namun di balik bentuknya yang sederhana, ketupat menyimpan sejarah panjang serta makna filosofis yang kuat dalam tradisi masyarakat Indonesia.

Tradisi yang Berkembang di Tanah Jawa

Sejarawan menyebutkan bahwa ketupat mulai dikenal luas di Nusantara sejak masa penyebaran Islam di Tanah Jawa. Tradisi ini sering dikaitkan dengan dakwah yang dilakukan oleh salah satu Wali Songo, yakni Sunan Kalijaga.

Dalam berbagai catatan budaya Jawa, Sunan Kalijaga disebut memperkenalkan tradisi “kupatan”, yakni perayaan setelah Idul Fitri yang biasanya dilakukan sekitar seminggu setelah Lebaran. Tradisi tersebut menjadi sarana dakwah Islam dengan pendekatan budaya lokal.

Melalui tradisi kupatan, masyarakat diajak memahami makna saling memaafkan dan mempererat silaturahmi setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.

- Advertisement -

Filosofi di Balik Kata “Ketupat”

Dalam budaya Jawa, ketupat atau kupat yang lebih dikenal oleh masyarakat Jawa, sering dikaitkan dengan istilah “ngaku lepat”, yang berarti mengakui kesalahan.

Makna ini sejalan dengan semangat Idul Fitri sebagai momentum untuk saling memaafkan dan membersihkan diri dari kesalahan kepada sesama manusia.

Bentuk ketupat yang terbungkus anyaman daun kelapa juga memiliki simbol tersendiri. Anyaman yang rumit melambangkan berbagai kesalahan manusia, sementara isi ketupat yang berwarna putih melambangkan hati yang bersih setelah saling memaafkan.

Ketika ketupat dibelah, nasi putih di dalamnya menggambarkan kesucian yang kembali setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.

Tradisi menyajikan ketupat juga menjadi bagian dari budaya berbagi. Dalam perayaan kupatan, masyarakat biasanya saling mengirim atau bertukar ketupat dengan tetangga dan kerabat sebagai bentuk kebersamaan.

Menjadi Ikon Kuliner Lebaran

Seiring waktu, ketupat tidak lagi sekadar makanan tradisional, tetapi telah menjadi ikon kuliner Lebaran di Indonesia.

Di berbagai daerah, ketupat hadir dengan variasi menu pendamping yang berbeda. Di Jawa misalnya, ketupat sering disajikan bersama opor ayam dan sambal goreng.

Di Sumatra Barat, ketupat menjadi pelengkap hidangan gulai atau rendang. Sementara di beberapa daerah lain, ketupat juga dinikmati bersama sayur labu atau lodeh.

Tradisi ini terus bertahan dari generasi ke generasi, bahkan di tengah perubahan gaya hidup masyarakat modern.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU