HOLOPIS.COM, JAKARTA – Puncak arus mudik dan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah tahun ini tak hanya dipadati kendaraan. Namun, juga dibayangi ancaman serius dari cuaca ekstrem.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi banjir rob, hujan lebat, hingga gelombang tinggi yang terjadi saat Lebaran khususnya di wilayah Jawa Barat.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa banjir rob berpotensi terjadi pada 19 dan 22 Maret 2026. Fenomena ini dipicu oleh fase bulan baru dan posisi bulan yang berada di titik terdekat dengan bumi (perigee).
Dari penjelasan BMKG, kombinasi faktor astronomi dan kondisi atmosfer meningkatkan risiko naiknya permukaan air laut di wilayah pesisir.
Di sisi lain, hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan dominan terjadi pada sore hingga malam hari. Kondisi ini dinilai berisiko bagi pemudik yang melintasi jalur darat.
Maka itu, masyarakat disarankan mengatur perjalanan pada pagi hingga siang hari guna menghindari cuaca buruk.
“Operasi modifikasi cuaca dilaksanakan secara situasional dan berbasis kebutuhan untuk menekan intensitas curah hujan,” ujar Teguh.
BMKG memetakan sejumlah daerah dengan potensi curah hujan tinggi selama periode mudik dan Lebaran, antara lain Majalengka; Kuningan bagian barat daya; Sumedang sebagian wilayah;
Subang bagian tenggara.
Selain itu, tinggi gelombang laut di perairan Jawa Barat diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi itu berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran dan wisata bahari.
Peringatan juga datang dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Kepala PVMBG, Hadi Wijaya, mengatakan musim hujan meningkatkan risiko gerakan tanah, terutama di wilayah lereng curam dan tanah vulkanik lapuk.
Lima daerah di Jawa Barat masuk kategori rawan longsor Kabupaten Bogor; Sukabumi; Cianjur;
Tasikmalaya; Garut;
Beberapa jalur krusial yang perlu diwaspadai pemudik antara lain Jalur Puncak; Jalan Raya Cibadak–Sukabumi; Jalur Garut Selatan; Rute wisata Lembang–Maribaya–Subang.
PVMBG mengingatkan masyarakat untuk mengenali tanda awal longsor, seperti retakan tanah, guguran batu kecil, hingga pohon yang mulai miring.
Pemudik juga diminta tetap menggunakan jalur Utama. Lalu, tak berhenti di bawah tebing saat hujan; mengikuti arahan petugas jika terjadi pengalihan arus; mudik tak sekadar macet, tapi juga risiko alam.


