Israel Klaim Pejabat Tinggi Iran Tewas dalam Serangan

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, tewas dalam serangan militer Israel. Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa (17/3) di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara kedua negara.

Hingga kini, pihak Iran belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim tersebut. Media pemerintah Iran sebelumnya hanya menyebut bahwa sebuah pesan dari Larijani akan segera dipublikasikan, tanpa mengonfirmasi kondisi terbarunya.

Beberapa hari sebelum laporan ini muncul, Larijani sempat tampil di hadapan publik. Ia terlihat menghadiri demonstrasi besar di Teheran bersama sejumlah pejabat tinggi lainnya, sekaligus menyampaikan penolakan terhadap serangan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat.

“Serangan-serangan ini didorong oleh rasa takut, keputusasaan. Orang yang kuat tidak akan mengebom demonstrasi sama sekali. Jelas bahwa itu telah gagal,” kata Larijani, dikutip Holopis.com, Selasa (17/3).

Pada hari yang sama, Amerika Serikat juga mengumumkan penawaran hadiah hingga 10 juta dolar AS bagi siapa pun yang memiliki informasi terkait pejabat militer dan intelijen senior Iran, termasuk Larijani. Langkah ini menjadi bagian dari upaya tekanan terhadap individu yang dikaitkan dengan Korps Garda Revolusi Islam.

Sebelumnya, Larijani juga sempat melontarkan peringatan kepada Presiden AS Donald Trump. Ia mengingatkan agar berhati-hati dalam mengambil langkah, sekaligus menegaskan bahwa Iran tidak gentar menghadapi ancaman.

Situasi ini menunjukkan ketegangan yang terus meningkat di kawasan, seiring belum adanya kepastian terkait kondisi Larijani. Perkembangan selanjutnya masih dinantikan, terutama dari pihak Iran yang hingga kini belum memberikan pernyataan resmi.

Oleh : Darin Brenda Iskarina
Editor : Darin Brenda Iskarina
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.