HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara langsung kepada Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (13/02/2026).
Pertemuan tersebut dilakukan setelah polemik mengenai kajian yang sebelumnya disampaikan Rismon terkait ijazah Gibran yang ramai diperbincangkan di ruang publik.
Usai pertemuan, Rismon menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan kajian lanjutan yang lebih mendalam terhadap data dan dokumen yang tersedia. Dari hasil penelitian terbaru tersebut, ia menyimpulkan bahwa ijazah yang menjadi perdebatan tersebut adalah asli.
“Wartawan memang butuh kalimat sederhana. Iya, asli. Karena apa, dengan kajian saya. Makanya saya bilang, truth hurts. Kebenaran itu menyakitkan. Tetapi lebih menyakitkan lagi yang saya rasakan kalau saya tidak mengungkapkannya dan lebih jujur,” tuturnya kepada awak media, dikutip Holopis.com.
Dalam kesempatan yang sama, Rismon juga menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang sempat muncul akibat kajian sebelumnya yang ia sampaikan kepada publik.
Menurutnya, sebagai seorang peneliti, sikap ilmiah menuntut keberanian untuk mengoreksi temuan apabila terdapat hasil baru yang lebih kuat secara data.
“Sebagai peneliti bertanggung jawab untuk mengoreksi tulisannya, bukan menyembunyikan kebenaran sehingga dianggap bahwa penelitian sudah final, tidak ongoing, hanya demi sorak-sorai, hanya demi fanatisme, hanya demi bisa jadi kepentingan politik praktis,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam keterangan tertulis terpisah, Wapres Gibran menilai langkah Rismon untuk meninjau kembali pernyataan yang sebelumnya disampaikan kepada publik sebagai bentuk kedewasaan dalam kehidupan demokrasi.
Gibran juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat persaudaraan.
“Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan,” tulis Wapres.


