HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sebanyak 100 penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pasuruan mendapatkan bantuan 24 ekor ayam petelur per orang. Bantuan tersebut diberikan oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gejugjati, Kecamatan Lekok, sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Program ini tidak sekadar memberikan bantuan ternak, tetapi juga membuka peluang usaha bagi warga penerima manfaat. Para penerima diminta untuk memelihara ayam hingga produktif bertelur, kemudian hasil telurnya dijual kembali ke koperasi.
Salah satu penerima bantuan, Ismail, mengaku senang dan siap menjalankan amanah tersebut. Ia menilai program ini memberikan kesempatan bagi warga untuk menambah penghasilan keluarga.
“Untuk bantuannya komplet. Untuk satu bulan ke depannya dapat pakan, obat-obatan. Selanjutnya dikelola bagaimana cara pemeliharaan ayam,” kata Ismail, Rabu (11/3/2026).
Selain ayam petelur, para penerima juga mendapatkan kandang modern, pakan, serta obat-obatan untuk kebutuhan satu bulan pertama. Dengan fasilitas tersebut, diharapkan para penerima bisa mulai beternak dengan baik.
Ismail juga menyebut para peternak pemula tidak akan dibiarkan berjalan sendiri. Pengurus koperasi akan memberikan pendampingan dan penyuluhan agar usaha ternak ayam dapat berjalan dengan baik.
“Kita diberi tahu jangan sampai dijual atau disembelih. Kalau ada kematian (ayam) harus dilaporkan,” katanya.
Nantinya, setelah ayam mulai bertelur, hasil panen akan dibeli oleh koperasi. Keuntungan dari penjualan telur sepenuhnya menjadi milik para peternak.
“Untuk penjualan telur, ditampung di koperasi, dikelola, dan untuk disalurkan di (dapur) MBG (Makan Bergizi Gratis),” jelasnya.
Ismail pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas program pemberdayaan yang dinilai memberi peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Sangat bagus. Sebagai masyarakat, sangat berterima kasih atas adanya bantuan ini. Sebelumnya belum ada bantuan seperti ini,” ujarnya.
Hal serupa juga dirasakan Maemunah (36), warga Gejugjati yang sudah enam tahun menjadi penerima PKH. Ia mengaku baru kali ini mendapat bantuan usaha ternak.
“Disuruh ngrumati. Dipelihara. Nanti telurnya dijual. (Keuntungannya) ditabungkan (di Koperasi Merah Putih),” kata Maemunah.
Ia pun merasa bantuan tersebut sangat membantu karena sebelumnya sudah terbiasa memelihara ayam kampung di rumah.
“Terima kasih, Pak Presiden sudah dikasih bantuan ayam. Sangat membantu. Tambah jaya, Pak Presiden,” katanya.
Sebagai informasi, ayam petelur biasanya mulai bertelur pada usia 18 hingga 20 minggu atau sekitar lima bulan. Dalam masa produktif sekitar dua tahun, seekor ayam dapat menghasilkan 250 hingga 280 butir telur per tahun.
Dengan program ini, diharapkan para penerima PKH dapat memiliki sumber penghasilan tambahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

