HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso (Busan) menyatakan, pemerintah terus memantau perkembangan perdagangan nasional di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.
“Kita berharap segera selesai. Nanti kita lihat pasar-pasar ekspor kita, terutama yang terdampak perang. Tentu akan sedikit berpengaruh, tapi akan tetap terus kita monitor,” ujar Mendag Budi, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com, Rabu (4/3).
Menurut Mendag Busan, potensi dampak konflik terhadap kinerja ekspor Indonesia tetap menjadi perhatian pemerintah, khususnya bagi negara-negara tujuan ekspor yang terdampak langsung oleh situasi geopolitik tersebut.
Meski demikian, ia menilai kondisi ekonomi Indonesia relatif lebih kuat menghadapi ketidakpastian global karena ditopang oleh konsumsi domestik yang besar.
“Kedua, antisipasi seperti ini kan pertumbuhan ekonomi kita itu lebih banyak ditopang dengan belanja domestik. Jadi kita harus tingkatkan daya beli masyarakat, kita tingkatkan ekosistem ekonomi kita di dalam negeri. Jadi semua berjalan seperti biasa,” lanjutnya.
Selain memantau perdagangan luar negeri, Kementerian Perdagangan juga mewaspadai potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Beberapa komoditas seperti minyak goreng dan daging kerap mengalami lonjakan harga ketika permintaan meningkat sementara pasokan terbatas.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Kemendag terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta para distributor dan pemasok di berbagai wilayah Indonesia.
“Kita terus koordinasi dengan pemerintah daerah dan distributor pemasok. Kemarin kita sudah lapor dan koordinasi dengan pemerintah daerah se-Indonesia dan juga para distributor,” jelasnya.
Budi menambahkan, pemerintah melakukan pengawasan harga melalui sistem pemantauan harian berbasis teknologi, yakni Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Melalui sistem ini, pemerintah dapat memantau pergerakan harga komoditas secara real time.
“SP2KP itu setiap hari di-update, jadi kita tahu perkembangan harga. Sehingga nanti cepat antisipasi kalau ada daerah tertentu yang harganya naik, kita langsung koordinasi dengan pemasok dan Satgas Pangan juga,” terangnya.
Adapun sejumlah komoditas yang menjadi fokus pengawasan meliputi berbagai kebutuhan pokok masyarakat, seperti ayam, telur, daging, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga minyak goreng.
“Semua komoditi, terutama barang-barang kebutuhan pokok, seperti ayam telur daging ya cabe bawang putih merah bawang dan minyak goreng. Ini yang sering naik,” lanjutnya.


