MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak --:--
Subuh --:--
Dzuhur --:--
Ashar --:--
Maghrib --:--
Isya --:--

AS Klaim Kapal Selamnya Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudra Hindia

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyatakan bahwa kapal selam militer AS telah menenggelamkan sebuah kapal perang Iran di perairan internasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam taklimat resmi di Pentagon pada Rabu (4/3).

“Kapal selam Amerika telah menenggelamkan sebuah kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional,” demikian disampaikan, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth, dikutip Holopis.com, Rabu (4/3).

- Advertisement -

Ia menjelaskan bahwa kapal tersebut dihancurkan menggunakan torpedo yang diluncurkan dari kapal selam AS.

“Alih-alih aman, kapal itu justru ditenggelamkan menggunakan torpedo,” kata Pete Hegseth.

- Advertisement -

Menurut Hegseth, peristiwa ini menjadi yang pertama kalinya sebuah kapal musuh ditenggelamkan dengan torpedo sejak berakhirnya Perang Dunia II.

“Penenggelaman ini menjadi yang pertama terhadap kapal musuh menggunakan torpedo sejak Perang Dunia II,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Sri Lanka Arun Hemachandra menyebut sedikitnya 80 orang yang berada di kapal fregat Iran IRIS Dena dilaporkan tewas akibat serangan tersebut. Insiden itu terjadi di Samudra Hindia, tepatnya di perairan lepas pantai selatan Sri Lanka.

Kapal perang Iran tersebut sebelumnya diketahui mengikuti latihan angkatan laut di Teluk Benggala yang berlangsung pada 18 hingga 25 Februari, berdasarkan informasi dari situs resmi latihan tersebut.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa bulan terakhir. Kedua negara telah lama memiliki hubungan yang tegang, terutama terkait program nuklir Iran, keberadaan militer AS di kawasan Timur Tengah, serta konflik yang melibatkan sekutu masing-masing.

Dalam beberapa pekan terakhir, aktivitas militer di kawasan juga dilaporkan meningkat, termasuk pengerahan tambahan kapal perang dan sistem pertahanan oleh berbagai negara di sekitar Teluk Persia dan Samudra Hindia. Situasi tersebut memicu kekhawatiran komunitas internasional mengenai potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.

Samudra Hindia sendiri merupakan jalur strategis bagi perdagangan global serta pergerakan militer internasional. Wilayah ini kerap menjadi area patroli bagi berbagai angkatan laut dunia, termasuk Amerika Serikat, Iran, India, dan negara-negara lain yang memiliki kepentingan keamanan di kawasan tersebut.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru