HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menghadirkan Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026. Inisiatif besar ini diambil sebagai langkah strategis pemerintah untuk mendongkrak kompetensi, produktivitas, serta etos kerja masyarakat Indonesia guna menghadapi persaingan dunia kerja dan industri yang makin dinamis.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan akses seluas-luasnya bagi angkatan kerja Indonesia tanpa beban biaya. Program ini diproyeksikan menjadi tulang punggung terciptanya SDM Unggul menuju visi Indonesia 2045.
Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kemnaker pada Jumat (27/2/2026), Menko Airlangga menjelaskan bahwa kurikulum yang disusun telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar saat ini.
“Program ini mengedepankan konsep link and match, sehingga pelatihan yang diselenggarakan memiliki keterkaitan erat dengan dunia usaha dan industri. Dengan demikian, lulusannya diharapkan dapat langsung memenuhi tuntutan dan kebutuhan pasar kerja,” ujar Menko Airlangga, dkutip Holopis.com, Sabtu (28/2/2026).
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memaparkan teknis pelaksanaan yang mencakup wilayah luas dari Sabang sampai Merauke. Program ini tidak hanya terpusat di satu titik, melainkan tersebar untuk menjangkau masyarakat di berbagai daerah.
“Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 dilaksanakan secara serentak di 21 UPT Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta 13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker di seluruh Indonesia,” ungkap Menaker Yassierli.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa secara keseluruhan program ini ditargetkan mampu memberikan manfaat kepada lebih dari 70.000 peserta yang dibagi ke dalam tiga gelombang (batch) sepanjang tahun.
Untuk Batch 1, Kemnaker menyiapkan kuota sebanyak 20.000 peserta. Menariknya, pendaftaran kali ini dirancang khusus untuk menyasar kelompok usia produktif yang baru lulus sekolah dalam tiga tahun terakhir.
Syarat utamanya adalah peserta berusia minimal 17 tahun dan telah memiliki akun pada platform SIAPkerja. Menaker Yassierli menegaskan bahwa kebijakan prioritas ini diambil untuk menyeimbangkan peluang kerja bagi lulusan tingkat menengah.
“Harapan kami, program ini dapat dioptimalkan. Jadi, selain ada Program Pemagangan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi, kami juga menyediakan alternatif program bagi lulusan SMA/SMK,” tambahnya.
Jadwal Pendaftaran
Bagi masyarakat yang berminat, pendaftaran Batch 1 telah dibuka melalui laman resmi skillhub.kemnaker.go.id mulai 23 Februari hingga 6 Maret 2026. Setelah masa pendaftaran, seleksi akan dilakukan pada 9–15 Maret, pengumuman pada 16 Maret, dan kegiatan pelatihan akan dimulai serentak pada 1 April 2026.
Adapun bidang kejuruan yang ditawarkan sangat relevan dengan tren industri masa depan, di antaranya:
- Teknologi & Informasi: Internet of Things (IoT), Cyber Security, dan Digital Marketing.
- Energi Terbarukan: Instalasi Panel Surya dan Kendaraan Listrik.
- Manufaktur & Industri: Pengoperasian Mesin CNC, Otomasi Industri, dan Pengelasan.
- Sektor Lainnya: Kewirausahaan, Pariwisata, Konstruksi, hingga Pengolahan Pangan Industri.
Pemerintah memastikan bahwa peserta tidak hanya mendapatkan materi pelatihan berkualitas, tetapi juga dukungan fasilitas yang komprehensif.
Selain pelatihan dan makan siang gratis, peserta akan mendapatkan bantuan uang transportasi serta perlindungan jaminan sosial (JKK dan JKM) melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Sebagai bentuk pengakuan kompetensi, lulusan nantinya akan dibekali dengan dua jenis sertifikat, yakni sertifikat pelatihan dari BPVP serta Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

