Imlek Festival 2577 Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Nasional

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Imlek Festival 2577 bukan sekadar panggung perayaan budaya. Di balik perayaan Imlek bertajuk ‘Harmoni Imlek Nusantara, tersimpan pesan besar tentang akulturasi sebagai mesin pertumbuhan baru atau new engine of growth bagi perekonomian nasional.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menegaskan, selama tujuh hari terakhir penyelenggaraan Imlek Festival, publik telah disuguhi rangkaian penampilan yang menunjukkan wajah asli Indonesia, yakni kolaboratif, inklusif, dan kreatif.

“Kita sudah memperlihatkan video penampilan apa sih yang sudah kita lakukan 7 hari terakhir. Salah satu adalah akulturasi. Akulturasi budaya Indonesia itu hanya ada satu-satunya di Indonesia, dimana source code dari kita adalah budaya,” ujar Irene dalam sambutannya di acara puncak Imlek Festival 2577 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, dikutip Holopis.com, Sabtu (28/2/2026).

Menurutnya, kekuatan Indonesia terletak pada fondasi budaya yang menjadi simbol kreativitas nasional. Dari sanalah lahir inovasi, karya, hingga peluang ekonomi baru berbasis kearifan lokal.

“Source code dengan kekreatifan anak bangsa itu bisa menlahirkan sesuatu new engine of growth yang sangat luar biasa sekali,” tambahnya.

Tak hanya panggung pertunjukan, festival ini juga menjadi ruang ekonomi rakyat. Di area belakang panggung utama, lebih dari 200 UMKM telah berjualan selama tujuh hari penuh, menghadirkan ragam kuliner dan produk kreatif yang menyatu dalam atmosfer Imlek dan Ramadan.

- Advertisement -

“Di belakang ini ada 200-an UMKM yang sudah berjualan selama tujuhhari terakhir. Ada panggung rakyat yang telah menyuguhkan talenta-talenta lokal. Ada komunitas dari taichi, ada dari silat, ada dari winghun, dan ada dari wushu,” jelasnya.

Keberagaman komunitas yang terlibat mencerminkan akulturasi nyata, mulai dari seni bela diri Tionghoa hingga tradisi Nusantara, yang tampil berdampingan tanpa sekat. Model kolaborasi ini dinilai menjadi contoh konkret bagaimana budaya dapat menjadi penggerak ekonomi sekaligus perekat sosial.

“Inilah indonesia, Kita ingin menunjukkan lwat harmoni imlek nusantara, bahwa Indonesia the most inklusive contry in the world. Karena kita Indonesia Bhineka Tunggal Ika, Berbeda-beda tetapi tetap satu,” tegas Irene.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU