HOLOPIS.COM, JAKARTA – Serangan dilaporkan terjadi di Iran setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer yang memicu ledakan di Teheran dan sejumlah wilayah lain. Informasi tersebut disampaikan berbagai kantor berita dan media setempat.
Kantor berita Fars melaporkan beberapa rudal menghantam University Street dan kawasan Jomhouri di Teheran. Asap terlihat membumbung di sejumlah titik kota, sebagaimana dilaporkan jurnalis di lapangan.
Dikutip Holopis.com, ledakan terjadi di wilayah Seyyed Khandan, Teheran bagian utara. Sejumlah media Iran lainnya melaporkan serangan di berbagai daerah, termasuk Provinsi Ilam di bagian barat negara itu.
Media pemerintah IRNA melaporkan sebuah serangan mengenai sekolah dasar perempuan di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan. Insiden itu disebut menewaskan sedikitnya 40 orang.
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan serangan menargetkan sejumlah fasilitas militer dan pertahanan, serta infrastruktur sipil di berbagai kota.
Donald Trump Klaim Ingin Hilangkan Ancaman
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan operasi militer tersebut ditujukan untuk menghilangkan ancaman yang dinilai mendesak.
“Belum lama ini, militer AS memulai operasi tempur besar di Iran. Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran,” kata Trump, dikutip Holopis.com, Minggu (28/2).
Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran sedang menyiapkan serangan balasan yang disebut akan “menghancurkan”. Televisi pemerintah Iran juga melaporkan bahwa negara itu bersiap melakukan pembalasan terhadap Israel dengan respons yang kuat.
Pejabat senior Iran lainnya menyatakan seluruh aset dan kepentingan Amerika Serikat serta Israel di Timur Tengah kini dianggap sebagai target yang sah, serta menegaskan tidak ada lagi batasan setelah serangan tersebut.

