HOLOPIS.COM, JAKARTA – Puasa kerap dimanfaatkan sebagian orang untuk menurunkan berat badan. Namun, tanpa pengaturan pola makan yang tepat, berat badan justru bisa naik akibat konsumsi berlebihan saat berbuka maupun sahur.
Agar diet tetap berjalan selama Ramadan, pengaturan jenis makanan, porsi, hingga waktu ngemil perlu diperhatikan.
1. Awali Berbuka dengan Porsi Ringan
Saat berbuka, hindari langsung menyantap makanan berat dalam jumlah besar. Mulailah dengan air putih dan makanan ringan seperti kurma atau buah segar.
Setelah itu, beri jeda sekitar 15–30 menit sebelum makan utama. Pola ini membantu tubuh beradaptasi dan mencegah makan berlebihan.
2. Pilih Karbohidrat Kompleks
Untuk menu utama, utamakan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang rebus, ubi, atau oatmeal. Jenis ini lebih lambat dicerna sehingga membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.
Batasi konsumsi gorengan dan makanan tinggi gula sederhana karena dapat memicu lonjakan gula darah dan rasa lapar lebih cepat.
3. Perbanyak Protein dan Serat
Protein dari ayam tanpa kulit, ikan, telur, tahu, dan tempe membantu menjaga massa otot selama puasa. Sementara itu, sayur dan buah kaya serat membantu sistem pencernaan tetap lancar. Kombinasi protein dan serat juga membantu mengontrol nafsu makan.
4. Waktu Aman untuk Ngemil
Jika ingin ngemil, waktu yang relatif aman adalah sekitar 1–2 jam setelah makan malam atau setelah salat tarawih. Hindari ngemil terlalu dekat dengan waktu tidur karena dapat mengganggu metabolisme dan kualitas istirahat. Porsi camilan sebaiknya kecil dan tidak berlebihan.
5. Pilihan Camilan yang Lebih Sehat
Nah Sobat Holopis, ini dia beberapa pilihan camilan yang lebih aman saat diet di antaranya.
- Buah potong seperti apel, pir, atau pepaya
- Greek yogurt tanpa tambahan gula
- Kacang panggang tanpa garam berlebihan
- Puding chia seed
- Telur rebus
- Hindari camilan tinggi gula, kue manis berlebihan, serta minuman bersirup.
6. Sahur Jangan Dilewatkan
Sahur berperan penting dalam menjaga energi sepanjang hari. Pilih menu yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta cukup cairan.
Hindari makanan terlalu asin atau terlalu manis saat sahur karena dapat memicu rasa haus dan lapar lebih cepat.
7. Cukupi Cairan
Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi antara waktu berbuka hingga sahur. Minum air putih secara bertahap, bukan sekaligus banyak.
Pola makan yang terkontrol, pemilihan bahan makanan yang tepat, serta pengaturan waktu makan dapat membantu diet tetap berjalan selama puasa tanpa mengganggu kesehatan.
Jaga terus kesehatan ya, Sobat Holopis!

