HOLOPIS.COM, JAKARTA – Cuaca ekstrem yang melanda Bali dalam beberapa hari terakhir memicu bencana tanah longsor di Banjar Buah, Dusun Lemo, Nusa Penida, Kamis (26/2/2026). Pasukan TNI pun bergerak membantu warga terdampak.
Personel Pos TNI AL (Posal) Nusa Penida bersama Koramil 1610-04/Nusa Penida bergerak cepat melakukan aksi karya bakti di lokasi terdampak. Kehadiran aparat gabungan ini menjadi langkah tanggap darurat untuk membantu warga sekaligus mencegah risiko longsor susulan.
Komandan Posal Nusa Penida, Letda Laut (E) Yusep Hariaji, mengatakan keterlibatan prajurit TNI AL dalam penanganan bencana merupakan bagian dari komitmen membantu masyarakat pesisir dan kepulauan.
Yusep mengatakan TNI AL tak hanya bertugas menjaga kedaulatan di laut. Tapi, juga hadir untuk menjaga keselamatan warga di pesisir.
“Sinergi bersama rekan-rekan Koramil ini adalah bukti bahwa negara hadir saat masyarakat membutuhkan bantuan,” kata Yusep, dalam keterangan Dinas Penerangan TNI AL, dikutip pada Jumat, (27/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, personel gabungan membersihkan timbunan tanah dan puing bangunan yang menutup akses rumah warga. Dengan peralatan sederhana, mereka bekerja bersama masyarakat setempat mengevakuasi material longsor serta menyelamatkan barang-barang yang masih dapat digunakan.
Tak hanya fokus pada pembersihan, aparat juga melakukan penguatan sementara pada struktur tanah di sekitar lokasi terdampak. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi potensi longsor susulan. Hal itu mengingat kondisi tanah di wilayah perbukitan Nusa Penida masih rawan akibat curah hujan tinggi.
Kegiatan karya bakti berlangsung secara gotong royong. Warga yang terdampak terlihat turut membantu. Sementara, aparat mengoordinasikan proses evakuasi agar berjalan aman dan cepat.
Untuk diketahui, Pulau Nusa Penida dalam beberapa pekan terakhir mengalami intensitas hujan yang cukup tinggi. Kondisi itu membuat kontur tanah di sejumlah titik menjadi rapuh dan mudah bergerak.
Bencana ini jadi pengingat pentingnya kewaspadaan dini terhadap potensi longsor, khususnya di kawasan dengan kemiringan lereng yang tajam. Aparat setempat juga mengimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama.
Kehadiran TNI di lokasi bencana bukan hanya membantu percepatan penanganan fisik, tetapi juga memberi dukungan moral bagi keluarga yang terdampak. Sinergi antara TNI AL dan TNI AD ini menjadi contoh kolaborasi lintas matra dalam membantu masyarakat di wilayah kepulauan.
Aksi kemanusiaan itu juga sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali. Arahan KSAL agar prajurit TNI AL responsif terhadap kondisi darurat dan aktif membantu masyarakat di wilayah tugasnya.
Dengan langkah cepat tersebut, diharapkan beban warga terdampak dapat berkurang, sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana di Banjar Buah, Nusa Penida.

