MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Habib Syakur Endus Upaya ‘Gergaji’ Pemerintahan Prabowo Pakai Reformasi Polri dan MBG

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Stabilitas politik di awal masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai digoyang oleh kegaduhan yang diduga bersumber dari lingkaran dalam sendiri. Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, mengingatkan bahwa ancaman terhadap jalannya pemerintahan tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari kelompok yang mencoba memancing di air keruh dan menggergaji pemerintahan yang sah saat ini untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Habib Syakur menegaskan bahwa Presiden Prabowo saat ini membutuhkan ketenangan politik di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Namun, ia melihat adanya upaya sistematis untuk membelokkan agenda strategis, salah satunya terkait isu reposisi Polri.

- Advertisement -

“Jangan menciptakan kegaduhan-kegaduhan dari kelompok yang sebenarnya ada di lingkaran dekat Prabowo. Mereka banyak memancing kegaduhan politik dengan menyalahgunakan agenda Reformasi Polri untuk dibelokkan, mencoba menempatkan Polri di bawah kementerian,” ujar Habib Syakur dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).

Menurut Habib Syakur, perdebatan mengenai posisi Polri di bawah kementerian adalah upaya sia-sia yang justru membuka jalan bagi kelompok oposisi Pilpres 2024 untuk mengadu domba. Ia menegaskan bahwa secara ketatanegaraan, posisi Polri di bawah Presiden sudah final dan tidak perlu diperdebatkan lagi.

- Advertisement -

Ia mengendus adanya kolaborasi aneh antara orang dekat lingkaran kekuasaan dengan kelompok yang berseberangan untuk terus mendorong isu ini demi menciptakan ketidakstabilan.

“Sudah jelas amanat Reformasi menempatkan Polri di bawah Presiden. Itu sudah final, tidak perlu diperdebatkan. Kelompok ini sengaja dipakai untuk terus membuat kegaduhan politik,” tegasnya.

Selain isu Polri, Habib Syakur juga menyoroti serangan masif terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyayangkan sikap sejumlah akademisi dan tokoh masyarakat yang seolah-olah “menghina” program tersebut sebagai proyek gagal tanpa melihat niat mulia di baliknya.

Meskipun ia mengakui pelaksanaan MBG belum sempurna dan masih ditemukan kebocoran, Habib Syakur menilai kritik yang ada saat ini sudah melampaui batas dan cenderung ingin meruntuhkan wibawa pemerintah.

“Program MBG itu tujuannya mulia untuk masa depan generasi mendatang. Saya melihat kelompok yang seakan-akan mendukung Prabowo justru sebenarnya menginginkan pemerintahan ini gagal, bahkan mungkin menginginkan adanya chaos,” ungkap Habib Syakur.

GNK meminta Presiden Prabowo untuk lebih peka dan waspada terhadap manuver-manuver politik yang dilakukan oleh orang-orang di sekelilingnya. Habib Syakur mencium adanya skenario besar untuk menjatuhkan pemerintahan Prabowo melalui sabotase kebijakan dan penciptaan kegaduhan publik.

Ia berharap Presiden segera mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba membelokkan agenda nasional demi kepentingan kelompok atau ideologi tertentu yang bertentangan dengan semangat persatuan.

“Saya harap Prabowo harus peka terhadap hal-hal tersebut. Jangan biarkan mereka yang berbaju pendukung justru menjadi duri dalam sekam yang menginginkan pemerintahan ini jatuh,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru