HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menjelang Ramadan, keberadaan pasar takjil musiman menjadi daya tarik masyarakat untuk mencari hidangan berbuka puasa. Namun, pengawasan terhadap keamanan pangan tetap menjadi perhatian agar makanan yang dikonsumsi aman bagi kesehatan.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melakukan uji kelayakan terhadap makanan dan minuman yang dijual di pasar takjil musiman di Kota Kediri, Jawa Timur, pada Senin (23/2). Dari 56 sampel yang diperiksa, petugas menemukan sejumlah produk yang mengandung bahan tidak layak konsumsi.
Dalam pemeriksaan tersebut, BPOM mendapati kerupuk yang terindikasi mengandung Rhodamin B, yakni pewarna sintetis yang dilarang digunakan pada pangan. Zat ini umumnya dipakai dalam industri tekstil dan diketahui bersifat toksik serta karsinogenik.
Paparan Rhodamin B dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, antara lain kerusakan hati dan ginjal, serta iritasi pada kulit dan saluran pernapasan.
BPOM mengingatkan para pelaku usaha agar memastikan bahan yang digunakan aman dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Gunakan dan jual makanan siap saji yang memenuhi ketentuan,” ucap Kepala BPOM Taruna Ikrar, dikutip Holopis.com, Jum’at (27/2).
Ia juga meminta pedagang menghindari penggunaan pewarna maupun bahan tambahan yang tidak diperuntukkan bagi pangan. Selain itu, masyarakat diimbau lebih teliti saat membeli takjil dan tidak mudah tergiur tampilan makanan yang berwarna mencolok.
“Biasanya bisa dilihat dari kesegarannya,” lanjutnya.
BPOM menegaskan pengawasan akan terus dilakukan selama Ramadan guna memastikan makanan yang beredar di masyarakat memenuhi standar keamanan. Masyarakat juga diharapkan lebih cermat memilih produk agar kegiatan berbuka puasa tetap sehat dan aman.

