Kamis, 26 Feb 2026
BREAKING
Kamis, 26 Feb 2026
BAHASA
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Pengamat: Penerima Beasiswa LPDP Harus Tunjukkan Kontribusi, Bukan Gaya Hidup

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA — Pengamat politik Adi Prayitno merespons polemik yang ditimbulkan unggahan Dwi Sasetyaningtyas, alumni Institut Teknologi Bandung sekaligus penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang viral di media sosial. Adi menilai kemarahan publik muncul bukan semata karena konten unggahan tersebut, melainkan karena konteksnya sebagai penerima beasiswa negara yang bersumber dari dana pajak rakyat.

Polemik bermula dari unggahan Dwi yang memperlihatkan dirinya membuka paket dari Home Office Inggris berisi surat resmi yang menyatakan anak keduanya telah menjadi warga negara Inggris. Dalam kontennya, Dwi menulis, “Cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan paspor kuat WNA.” Unggahan itu memicu reaksi luas dari publik yang menilai pernyataan tersebut tidak sensitif mengingat statusnya sebagai penerima beasiswa negara.

- Advertisement -

“Publik tahu beasiswa negara itu pasti adalah uang negara yang diambil dari pajak rakyat Indonesia, diberikan kepada mereka yang dinilai punya kapasitas, punya kompetensi dan kepantasan karena sudah memenuhi persyaratannya luar biasa untuk bisa sekolah di luar negeri,” kata Adi melalui kanal YouTube miliknya, Rabu, 25 Februari 2026.

Direktur Parameter Politik Indonesia itu menilai publik tersinggung karena Dwi terkesan tidak bangga menjadi warga negara Indonesia, sementara kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri diperolehnya melalui pembiayaan negara. Ia menyebut sikap tersebut wajar dipandang sebagai bentuk ketidakberterima kasih.

- Advertisement -

Adi menekankan penerima beasiswa negara semestinya menunjukkan kontribusi nyata bagi Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan, bukan mempertontonkan gaya hidup yang berpotensi menyinggung publik.

“Mestinya siapapun kita kalau sekolah di luar negeri menggunakan beasiswa negara tidak perlulah banyak gaya-gaya, tidak perlu menghina-hina, tapi yang mesti ditunjukkan adalah sikap kontributif, sikap yang positif apapun yang mereka dapatkan di dunia internasional,” ujarnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru