HOLOPIS.COM, JAKARTA – TNI AU terus memperkuat kesiapan pertahanan udara nasional. Salah satunya melalui proses finalisasi revisi doktrin utama Swa Bhuana Paksa.
Tahap finalisasi itu dibahas dalam Rapat Uji Naskah III yang digelar di Ruang Rapat Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Gedung Pimpinan Mabesau, Cilangkap, Selasa, kemarin.
Rapat strategis itu dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal M. Tonny Harjono, dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi TNI AU, termasuk Panglima Komando Daerah TNI Angkatan Udara I, Muzafar.
Uji Naskah III ini jadi tahapan terakhir sebelum doktrin Swa Bhuana Paksa resmi disahkan sebagai pedoman strategis dalam pelaksanaan tugas TNI AU di masa mendatang.
KSAU Tonny mengapresiasi tim penyusun yang sudah bekerja menyempurnakan doktrin tersebut hingga mencapai tahap final.

Dia bilang uji naskah revisi doktrin TNI AU itu dimaksudkan untuk memperbaiki dan menyederhanakan istilah-istilah dalam penyebutannya tanpa mengurangi bobot strategisnya.
“Dengan tujuan agar mudah dipahami, mudah untuk menerjemahkan serta dapat mengimplementasikan oleh kita,” kata Tonny dikutip dari laman resmi TNI AU, Rabu, (25/2/2026).
Dia menekankan penyederhanaan terminologi dalam doktrin dilakukan agar seluruh jajaran mampu memahami. Selain itu, untuk mengimplementasikan konsep strategis secara efektif di lapangan tanpa menghilangkan substansi utama dari doktrin tersebut.
Selain pembahasan teknis, forum itu juga jadi ajang sinkronisasi pemahaman di antara satuan kerja di lingkungan TNI AU. Hal itu terkait arah kebijakan pertahanan udara nasional yang adaptif terhadap dinamika ancaman global.
Rapat itu turut dihadiri sejumlah pejabat penting, baik secara langsung maupun virtual, di antaranya Dankodiklatau, Pangkoopsudnas, Kaskorpasgat, para Asisten KSAU, Kapus, Dankoharmatau, Gubernur AAU, serta Panglima Kodau I, II, dan III.
Dengan rampungnya tahap uji naskah ini, diharapkan doktrin Swa Bhuana Paksa yang sudah direvisi bisa jadi landasan operasional yang lebih relevan dan responsif dalam menghadapi tantangan pertahanan udara di era modern.

