HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Iran memutuskan untuk menyepakati kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat setelah pengerahan sejumlah jet tempur oleh negara Paman Sam.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi pada Selasa (24/2)mengatakan bahwa Iran bertekad untuk mencapai kesepakatan yang adil dan setara dengan AS sesegera mungkin.
Araghchi mengatakan kedua pihak memiliki kesempatan bersejarah untuk membuat kesepakatan yang belum pernah dicapai.
“Kesepakatan dapat dicapai jika diplomasi diprioritaskan,” tulis Araghaci dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com.
Komentar tersebut disampaikan menjelang putaran ketiga negosiasi nuklir tidak langsung antara Teheran dan Washington, yang dijadwalkan pada Kamis (26/2) di Jenewa.
Dua putaran perundingan tidak langsung telah digelar sebelumnya bulan ini, berpusat pada program nuklir Iran dan kemungkinan pencabutan sanksi AS.
Sementara itu, Wakil Menlu Iran untuk Urusan Politik, Majid Takht Ravanchi juga mengatakan bahwa Iran siap melakukan apa pun yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan AS.
“Kami ingin melakukan apa pun yang diperlukan agar (kesepakatan) itu terwujud. Kami akan datang ke ruang negosiasi di Jenewa dengan ketulusan dan niat baik,” kata Ravanchi.
“Kami berharap niat baik dan pendekatan positif kami akan dibalas oleh pihak Amerika, dan jika ada niat politik dari semua pihak, saya yakin kesepakatan dapat tercapai sesegera mungkin,” sambungnya.
Sementara itu, dalam pertemuan di Teheran dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Armenia Suren Papikyan, Menhan Iran Aziz Nasirzadeh menegaskan kembali tekad kuat negaranya untuk membela diri.
“Iran tidak menginginkan perang, tetapi jika perang dipaksakan kepada negara ini, Iran akan membela diri dengan kuat dan memberikan pelajaran yang tak terlupakan bagi musuh-musuhnya,” tegasnya.
Sementara itu, media Israel melaporkan bahwa sebelas jet tempur siluman F-22 AS telah mendarat di pangkalan udara Israel di Israel selatan, sebagai bagian dari peningkatan kekuatan militer regional Washington terhadap Iran.
Kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, yang sedang dalam perjalanan ke Timur Tengah, telah tiba di Laut Mediterania. Kapal ini akan bergabung dengan armada tempur kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal perusak rudal lainnya yang telah ditempatkan di dekat Iran.

