HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintahan Presiden AS Donald Trump pada Selasa (24/2) mengajukan gugatan terhadap University of California, khususnya kampus University of California Los Angeles (UCLA). Gugatan tersebut berkaitan dengan dugaan terciptanya lingkungan kerja yang tidak ramah bagi pengajar dan staf Yahudi serta Israel.
Berkas gugatan diajukan ke pengadilan distrik federal di Los Angeles. Pemerintah menilai pihak universitas diduga tidak mengambil langkah tegas terhadap tindakan yang dianggap sebagai antisemitisme di lingkungan kampus.
Dalam dokumen gugatan, pihak pemerintah menuduh UCLA telah menutup mata, dan terkadang memfasilitasi, tindakan antisemitisme yang tidak pantas dan secara sistematis mengabaikan permintaan bantuan dari karyawan Yahudi dan Israel yang merasa ketakutan.
“Berdasarkan penyelidikan kami, para administrator UCLA diduga membiarkan antisemitisme yang ganas berkembang di dalam kampus, sehingga membahayakan mahasiswa maupun staf,” demiikian disampaikan, Jaksa Agung Amerika Serikat Pam Bondi, dikutip Holopis.com, Rabu (25/2)
Sengketa ini bukan yang pertama antara pemerintahan Trump dan UCLA. Pada Juli 2025, pemerintah menangguhkan hibah penelitian federal senilai sekitar 584 juta dolar AS dengan alasan dugaan kegagalan universitas dalam menangani isu antisemitisme. Sebulan kemudian, pada Agustus, pemerintah bahkan menuntut pembayaran ganti rugi sebesar 1 miliar dolar AS untuk menyelesaikan tuduhan tersebut.
Namun, pada September, seorang hakim federal di Distrik Utara California memerintahkan pemerintah untuk mengembalikan dana hibah penelitian medis sebesar 500 juta dolar AS kepada UCLA.
Ketegangan ini terjadi di tengah dinamika politik kampus yang memanas sejak musim semi 2024, ketika gelombang demonstrasi pro-Palestina meluas di berbagai universitas di Amerika Serikat, termasuk sejumlah kampus dalam sistem University of California. Pada 2 Mei 2024, lebih dari 200 demonstran pro-Palestina ditangkap saat aparat membubarkan perkemahan di area kampus UCLA.
Kasus ini kembali menyoroti perdebatan seputar kebebasan berekspresi, keamanan kampus, serta hubungan antara pendanaan federal dan kebijakan internal perguruan tinggi di Amerika Serikat.

