HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan kesiapan Danantara untuk menjadi mitra investasi, baik di tingkat lokal maupun global.
Penegasan itu disampaikan Rosan usai pertemuan antara Prabowo Subianto dengan 12 pimpinan perusahaan investasi global dalam rangkaian kunjungan kerja di Washington DC, Amerika Serikat (AS).
Para investor yang hadir merupakan CEO dan presiden perusahaan investasi terkemuka dunia dengan total aset kelolaan (assets under management/AUM) mencapai sekitar 15 triliun dolar AS. Pertemuan tersebut menjadi salah satu agenda strategis untuk memperkuat kerja sama investasi Indonesia dengan mitra global.
Rosan mengungkapkan bahwa pertemuan yang awalnya dijadwalkan berlangsung selama satu jam justru molor hampir dua jam karena diskusi yang dinilai sangat konstruktif.
“Diskusinya tadi cukup panjang kurang lebih dua jam, dari tadinya hanya diperkirakan sejam karena diskusinya very fruitful, very productive,” ujar Rosan, dikutip dari siaran pers BPMI Setpres, dikutip Holopis.com, Senin (23/2/2026).
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional, langkah penguatan iklim investasi, serta komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas dan kepastian hukum. Setelah sesi pleno, dialog dilanjutkan secara one-on-one dengan masing-masing pimpinan perusahaan guna membahas potensi kerja sama lebih lanjut.
Rosan menjelaskan kehadiran Danantara mendapat respons positif dari para investor global. Mereka memandang Danantara berpotensi menjadi mitra strategis lokal dalam berbagai skema investasi.
“Mereka juga mempunyai potensi sebagai local partner Danantara dan itu memberikan kenyamanan dan confidence juga, karena kita bisa bersama-sama investasi tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar Indonesia,” jelasnya.
Menurut Rosan, kepercayaan investor terhadap Danantara menjadi sinyal penting bagi positioning Indonesia dalam peta investasi global. Kolaborasi tersebut tidak hanya membuka peluang pendanaan proyek di dalam negeri, tetapi juga memungkinkan ekspansi investasi bersama di luar Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo turut menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin lagi dikenal sebagai sleeping giant. Pemerintah ingin memastikan potensi ekonomi nasional dimaksimalkan melalui kemitraan strategis dengan investor global.
Langkah ini dinilai sejalan dengan agenda hilirisasi dan transformasi ekonomi yang tengah digenjot pemerintah, sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai tujuan investasi utama di kawasan dan dunia.

