HOLOPIS.COM, JAKARTA – Arab Saudi resmi mengeluarkan pedoman komprehensif terbaru demi menjaga keselamatan, keamanan, serta kelancaran pergerakan setiap jamaah umrah selama Ramadan 2026 Masehi/1447 Hijriah. Pedoman tersebut dikeluarkan seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung di Masjidil Haram, Mekah.
Adapun, langkah tersebut merupakan bagian dari rencana operasional dalam mengatur kerumunan, serta kesiapan menghadapi situasi darurat, serta memastikan setiap jemaah yang datang dapat melaksanakan ritual dengan tenang dan terorganisir.
Berikut ini pedoman komprehensif resmi yang telah dikeluarkan oleh Arab Saudi selama Ramadan 1447 Hijriah, tahun 2026.
1. Mengelola Puncak Keramaian
Pihak berwenang Arab Saudi mengingatkan bahwa area pusat di sekitar Masjidil Haram mengalami kepadatan yang tinggi baik sebelum maupun sesudah salat. Oleh karena itu, jemaah diimbau untuk mengikuti instruksi petugas keamanan, mematuhi peraturan yang berlaku, serta berjalan di area pejalan kaki yang sudah ditentukan.
2. Digitalisasi dan Langkah-Langkah Transportasi
Pintu masuk masjid kini dilengkapi indikator digital yang akan memandu jemaah ke area salat yang tersedia. Indikator lampu hijau untuk akses terbuka, sementara merah untuk kapasitas penuh.
Selain itu, pengunjung juga diimbau untuk menggunakan transportasi umum untuk mengurangi kemacetan. Sementara itu, kendaraan pribadi akan menghadapi pembatasan di zona pusat selama jam sibuk.
3. Keamanan di Zona Pusat
Jemaah haji diingatkan untuk tidak berkumpul di pintu masuk, koridor, pintu keluar darurat, serta segera meninggalkan tempat setelah selesai salat agar tidak menimbulkan kemacetan.
4. Pengaturan Khusus untuk Kelompok Rentan dan Disabilitas
Jamaah lanjut usia dan penyandang disabilitas memiliki area salah khusus, jalur prioritas, dan kereta listrik untuk memudahkan pergerakan dan Tawaf. Para jemaah yang membawa anak juga diingatkan untuk menghindari zona ramai terutama selama waktu salat puncak.
5. Kesehatan, Kesejahteraan, dan Keselamatan Kebakaran
Para jemaah diingatkan untuk tetap terhidrasi, beristirahat secukupnya, menghindari paparan panas, serta mencari pertolongan medis jika diperlukan. Pengunjung juga diharapkan dapat membiasakan diri dengan penggunaan pintu keluar darurat di akomodasi, menghindari penggunaan stop kontak berlebihan, dan menjaga agar peralatan keselamatan kebakaran mudah diakses.
6. Keamanan dan Perilaku Terlarang
Jemaah diimbau untuk mendapatkan izin Umrah resmi secara digital, serta mematuhi sistem penjadwalan untuk mengurangi kepadatan. Kemudian dilarang melakukan tindakan terlarang termasuk merokok, mengemis, membawa senjata tajam, berjualan tanpa izin, serta aktivitas mencurigakan lainya. Jika ketahuan akan segera dilaporkan.

